6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Minggu, 07 Juni 2026 - 18:40 WIB
Tradisi unik makan abu orang mati dilakukan suku di Amazon. Foto/worldatlas
JAKARTA - Setiap budaya menandai momen-momen penting dalam hidup dengan caranya sendiri, dan beberapa kebiasaan tersebut dapat terlihat mengejutkan bagi orang-orang yang tidak tumbuh dengan kebiasaan tersebut. Pemakaman di mana keluarga menari bersama orang mati, ujian kedewasaan yang diukur dengan sengatan semut, festival yang menyajikan jamuan makan untuk monyet liar: praktik-praktik seperti ini mungkin tampak membingungkan dari luar, namun masing-masing memiliki makna yang nyata bagi komunitas yang menjalankannya.
Jauh dari suasana suram, acara ini merupakan perayaan: kerabat membawa jenazah leluhur yang dibungkus di pundak mereka dan menari bersama mereka dengan iringan musik sebelum mengembalikannya ke makam.
Kebiasaan ini didasarkan pada kepercayaan bahwa orang mati tetap menjadi bagian dari keluarga dan mengawasi orang hidup, sehingga pertemuan tersebut diperlakukan sebagai reuni daripada pemakaman. Kata "Malagasy," yang terkadang disalahartikan sebagai nama satu kelompok tertentu, sebenarnya merujuk pada semua penduduk Madagaskar.
6Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
1. Famadihana: Pembalikan Tulang di Madagaskar
Melansir World Atlas, di dataran tinggi tengah Madagaskar, suku Merina dan Betsileo mempraktikkan Famadihana, "pembalikan tulang." Setiap lima hingga tujuh tahun, keluarga membuka makam leluhur, mengangkat jenazah yang dibungkus, dan membungkusnya kembali dengan kain kafan sutra baru.Jauh dari suasana suram, acara ini merupakan perayaan: kerabat membawa jenazah leluhur yang dibungkus di pundak mereka dan menari bersama mereka dengan iringan musik sebelum mengembalikannya ke makam.
Kebiasaan ini didasarkan pada kepercayaan bahwa orang mati tetap menjadi bagian dari keluarga dan mengawasi orang hidup, sehingga pertemuan tersebut diperlakukan sebagai reuni daripada pemakaman. Kata "Malagasy," yang terkadang disalahartikan sebagai nama satu kelompok tertentu, sebenarnya merujuk pada semua penduduk Madagaskar.
Lihat Juga :