Negara Pecahan Soviet Ini Ingin Gabung NATO, tapi Ditentang Rakyatnya

Senin, 01 Juni 2026 - 08:12 WIB
Meskipun Popsoi menyebut dirinya sebagai pendukung tulus segala sesuatu yang berkaitan dengan keamanan Euro-Atlantik, dia mengakui bahwa dukungan publik tidak ada.

“Integrasi ke NATO, seperti halnya ke dalam struktur internasional lainnya, bergantung pada kehendak warga negara kita. Setelah ada dukungan mayoritas yang signifikan untuk bergabung dengan Aliansi Atlantik Utara, ini dapat dipertimbangkan sebagai pilihan yang wajar...Dalam kasus kita, secara historis, karena berbagai alasan, mayoritas yang signifikan ini belum ada,” katanya.

Menurut jajak pendapat IMAS pada bulan Februari, 55% warga Moldova akan memilih menentang bergabung dengan NATO jika referendum diadakan pada saat itu, dengan hanya 24% yang mengatakan mereka akan mendukung keanggotaan.

Selain kurangnya dukungan populer, faktor lain yang menghalangi potensi keanggotaan Moldova adalah wilayah Transnistria yang memisahkan diri dari negara tersebut setelah perang singkat pada awal tahun 1990-an. Transnistria saat ini menampung pasukan penjaga perdamaian Rusia untuk menjaga gencatan senjata dan menjaga persediaan senjata dan amunisi era Soviet.

Konstitusi Moldova juga memuat klausul yang menetapkan “netralitas permanen", yang secara hukum mencegah negara tersebut bergabung dengan blok militer mana pun, termasuk NATO. Namun, kendala hukum tersebut tidak menghentikan Moldova untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan NATO.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!