Negara Pecahan Soviet Ini Ingin Gabung NATO, tapi Ditentang Rakyatnya
Senin, 01 Juni 2026 - 08:12 WIB
Pemerintah Sandu telah mendorong integrasi dengan Uni Eropa, tetapi presiden sendiri juga mengakui kurangnya keinginan publik untuk menjadi anggota NATO.
Kendati demikian, Sandu mencoba menjelaskan ketakutan yang berlebihan terhadap NATO dengan apa yang dia gambarkan sebagai “propaganda bertahun-tahun oleh Federasi Rusia".
Moskow telah lama menentang keras ekspansi NATO, memandangnya sebagai ancaman eksistensial bagi Rusia. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menyatakan bahwa pemerintah Moldova saat ini melakukan "kesalahan serius" dengan menjadikan Rusia sebagai musuh mereka demi membangun hubungan dengan Barat.
Popsoi memberikan pendapatnya tentang pertanyaan lain yang sarat muatan politik: penyatuan dengan negara tetangga Rumania—yang secara otomatis akan membawa Moldova ke NATO.
Dia mengatakan bahwa secara pribadi dia mendukung gagasan itu. "[Namun] langkah tersebut membutuhkan diskusi pragmatis [dan] dialog dengan semua warga negara kita," katanya, yang dilansir dari Russia Today, Senin (1/6/2026). Menurut jajak pendapat IMAS, hanya 30% yang akan mendukung penyatuan.
Kendati demikian, Sandu mencoba menjelaskan ketakutan yang berlebihan terhadap NATO dengan apa yang dia gambarkan sebagai “propaganda bertahun-tahun oleh Federasi Rusia".
Moskow telah lama menentang keras ekspansi NATO, memandangnya sebagai ancaman eksistensial bagi Rusia. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menyatakan bahwa pemerintah Moldova saat ini melakukan "kesalahan serius" dengan menjadikan Rusia sebagai musuh mereka demi membangun hubungan dengan Barat.
Popsoi memberikan pendapatnya tentang pertanyaan lain yang sarat muatan politik: penyatuan dengan negara tetangga Rumania—yang secara otomatis akan membawa Moldova ke NATO.
Dia mengatakan bahwa secara pribadi dia mendukung gagasan itu. "[Namun] langkah tersebut membutuhkan diskusi pragmatis [dan] dialog dengan semua warga negara kita," katanya, yang dilansir dari Russia Today, Senin (1/6/2026). Menurut jajak pendapat IMAS, hanya 30% yang akan mendukung penyatuan.
(mas)
Lihat Juga :