Kepala Shin Bet Israel Bertemu Eks Petinggi Fatah di UEA, Bahas Masa Depan Gaza Pasca-Perang

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:27 WIB
Dahlan kemudian mengklaim ia menolak mengambil peran pemerintahan resmi. Berbicara kepada Sky News Arabic, Dahlan mengatakan ia menolak "posisi keamanan, eksekutif, atau menteri," dan sebaliknya menyerukan "rencana aksi internasional yang realistis dan dapat diimplementasikan" yang mengarah pada pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Mantan pemimpin Fatah ini sebelumnya memimpin Dinas Keamanan Preventif di Gaza dan telah tinggal di Abu Dhabi selama bertahun-tahun, di mana ia menjabat sebagai penasihat Presiden UEA Mohammed bin Zayed.

Namanya berulang kali muncul dalam diskusi seputar kemungkinan pengaturan pasca-perang.

Wall Street Journal melaporkan pada Juli 2024 bahwa pejabat Amerika Serikat, Israel, dan Arab telah memandang Dahlan sebagai kandidat utama untuk mengawasi Gaza selama fase pasca-perang.

Dahlan secara konsisten menjauhkan diri dari proposal tersebut dan secara terbuka membantah minat untuk mengambil peran pemerintahan atau keamanan.

Kontak Regional Berlanjut

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!