Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat
Selasa, 26 Mei 2026 - 16:27 WIB
Presiden Bolivia Rodrigo Paz akan memangkas gajinya dan gaji para menteri kabinet sebesar 50 persen setelah demo besar pecah. Foto/Wikipedia/Ricardo Stuckert/PR
LA PAZ - Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengatakan dia akan memangkas gajinya dan gaji para menteri kabinet sebesar 50 persen. Ini sebagai upaya untuk mengakhiri protes anti-pemerintah selama berminggu-minggu.
Namun pengumuman Presiden Paz tidak dihiraukan, karena para pengunjuk rasa menolak untuk mengakhiri blokade mereka di La Paz dan kembali bentrok dengan polisi. Massa demonstran tetap menuntut Paz lengser.
Meskipun bentrokan mereda, tidak ada tanda-tanda bahwa massa demonstran siap untuk membersihkan jalanan, di mana demonstrasi kemungkinan akan berlanjut pekan ini.
Para pengunjuk rasa telah memblokir jalan menuju La Paz selama hampir sebulan, menyebabkan kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.
Presiden Paz, pemimpin sayap kanan tengah yang didukung Amerika Serikat (AS), telah melakukan berbagai tindakan yang bertujuan untuk mengakhiri pemberontakan yang telah pecah hanya enam bulan setelah masa kepresidenannya.
Pada hari Senin, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva—sekutu tradisional mantan presiden sosialis Bolivia, Evo Morales— berbicara dengan Paz melalui telepon dan, menurut pernyataan dari kantor presiden Brasil, "mengulangi solidaritasnya dengan pemerintah dan rakyat Bolivia."
Namun pengumuman Presiden Paz tidak dihiraukan, karena para pengunjuk rasa menolak untuk mengakhiri blokade mereka di La Paz dan kembali bentrok dengan polisi. Massa demonstran tetap menuntut Paz lengser.
Meskipun bentrokan mereda, tidak ada tanda-tanda bahwa massa demonstran siap untuk membersihkan jalanan, di mana demonstrasi kemungkinan akan berlanjut pekan ini.
Para pengunjuk rasa telah memblokir jalan menuju La Paz selama hampir sebulan, menyebabkan kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.
Presiden Paz, pemimpin sayap kanan tengah yang didukung Amerika Serikat (AS), telah melakukan berbagai tindakan yang bertujuan untuk mengakhiri pemberontakan yang telah pecah hanya enam bulan setelah masa kepresidenannya.
Pada hari Senin, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva—sekutu tradisional mantan presiden sosialis Bolivia, Evo Morales— berbicara dengan Paz melalui telepon dan, menurut pernyataan dari kantor presiden Brasil, "mengulangi solidaritasnya dengan pemerintah dan rakyat Bolivia."
Lihat Juga :