Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF

Senin, 25 Mei 2026 - 08:11 WIB
"Saya lega bisa pulang, tetapi saya sangat sedih dan trauma," katanya kepada ABC. "Butuh waktu bagi saya untuk menerima apa yang telah terjadi dan semua yang telah saya lihat."

Menurut O'Toole, pasukan Israel melakukan kekerasan fisik dan seksual terhadap para aktivis selama penahanan mereka.

Namun, militer Zionis Israel atau IDF, tetap menyangkal melakukan kekerasan fisik dan seksual terhadap para aktivis GSF.

"Perintah IDF mengharuskan perlakuan yang hormat dan pantas terhadap peserta flotilla di kapal yang dicegat, dan ada prosedur yang jelas dan telah ditetapkan dalam hal ini," bunyi pernyataan IDF.

"Tidak ada insiden spesifik penyimpangan dari prosedur yang mengikat ini yang diketahui di dalam IDF. Setiap pengaduan konkret yang diajukan kepada IDF mengenai masalah ini akan diperiksa secara menyeluruh," imbuh pernyataan tersebut.

O'Toole mengatakan fokus pada perlakuan terhadap para aktivis seharusnya tidak mengalihkan perhatian dari penderitaan warga Palestina di Gaza.

"Saya kira ada banyak perhatian yang diberikan pada video Ben-Gvir, yang menurut saya sangat gila," katanya, merujuk pada video yang diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, yang menunjukkan para aktivis yang ditahan dengan tangan terikat di belakang punggung dan dipaksa bersujud hingga dahi menyentuh lantai.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!