Rusia Akui Bombardir Ukraina dengan Rudal Hipersonik Oreshnik Berkemampuan Nuklir

Senin, 25 Mei 2026 - 07:11 WIB
Serangan itu terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk "mengajukan proposal" guna merespons menanggapi serangan pesawat tak berawak (UAV) Ukraina terhadap asrama perguruan tinggi pelatihan guru di Luhansk, yang menewaskan 21 orang dan melukai 42 orang, sebagian besar gadis remaja.

Menurut Kementerian tersebut, pengeboman hari Minggu menargetkan fasilitas komando dan kendali militer Ukraina, pangkalan udara, dan perusahaan industri pertahanan negara itu. Kementerian iu mengeklaim tidak ada serangan yang direncanakan atau dilakukan terhadap infrastruktur sipil.

"Tujuan serangan telah tercapai. Semua target yang ditentukan telah dihantam," katanya.

Presiden Zelensky menulis di X bahwa serangan Rusia kemarin menjadi serangan paling parah yang menghantam Kyiv.

Menurutnya, rudal Oreshnik telah menghantam kota Bila Tserkva di wilayah Kyiv. Beda dengan klaim Rusia, Zelensky menyebut misil itu juga menghantam fasilitas penyediaan air, membakar pasar, dan merusak puluhan bangunan tempat tinggal dan beberapa sekolah.

“Mereka benar-benar gila,” tulis Zelensky di Telegram, seperti dikutip The Guardian, Senin (25/6/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!