Mengapa Ada 2 Kelompok di Iran, Pendukung Diplomasi dan Perlawanan Tanpa Henti?
Senin, 25 Mei 2026 - 04:40 WIB
Laporan itu juga mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, yang sebagian besar tetap berada di luar pandangan publik sejak menggantikan ayahnya setelah serangan Februari, telah memberi wewenang kepada Ghalibaf untuk membuat keputusan mengenai negosiasi.
Hal itu menimbulkan salah satu pertanyaan terbesar yang belum terjawab seputar setiap potensi kesepakatan: Apakah lembaga keamanan garis keras Iran pada akhirnya akan mendukung kompromi yang dapat mengurangi pengaruh strategis Teheran atas Hormuz dan program nuklirnya.
Namun, bagi warga Iran biasa, kekhawatiran yang mendesak lebih sederhana — menghindari babak perang berikutnya.
Melansir Gulf News, negara ini terus bergulat dengan tekanan ekonomi yang parah, termasuk inflasi, kekurangan barang, dan kerusakan infrastruktur yang disebabkan selama berbulan-bulan pertempuran dan tekanan sanksi.
Banyak warga Iran dilaporkan khawatir bahwa serangan AS dapat berlanjut dalam beberapa hari.
“Kami mencoba mencari tahu apakah kami harus meninggalkan Teheran jika bom jatuh lagi,” kata seorang warga Teheran kepada surat kabar tersebut. “Saya menghela napas lega.”
3. IRGC Masih Pegang Kendali
Detail itu bisa menjadi signifikan karena banyak analis percaya bahwa pengambilan keputusan masa perang di Iran semakin bergeser ke arah tokoh militer dan keamanan, khususnya Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).Hal itu menimbulkan salah satu pertanyaan terbesar yang belum terjawab seputar setiap potensi kesepakatan: Apakah lembaga keamanan garis keras Iran pada akhirnya akan mendukung kompromi yang dapat mengurangi pengaruh strategis Teheran atas Hormuz dan program nuklirnya.
Namun, bagi warga Iran biasa, kekhawatiran yang mendesak lebih sederhana — menghindari babak perang berikutnya.
Melansir Gulf News, negara ini terus bergulat dengan tekanan ekonomi yang parah, termasuk inflasi, kekurangan barang, dan kerusakan infrastruktur yang disebabkan selama berbulan-bulan pertempuran dan tekanan sanksi.
Banyak warga Iran dilaporkan khawatir bahwa serangan AS dapat berlanjut dalam beberapa hari.
“Kami mencoba mencari tahu apakah kami harus meninggalkan Teheran jika bom jatuh lagi,” kata seorang warga Teheran kepada surat kabar tersebut. “Saya menghela napas lega.”
(ahm)
Lihat Juga :