Demi Perang Melawan Iran, AS Hentikan Penjualan Senjata Rp247 Triliun ke Taiwan

Jum'at, 22 Mei 2026 - 11:37 WIB
Pemerintahan Trump menyetujui paket senjata terbesar yang pernah ada untuk Taiwan pada Desember 2025, senilai USD11 miliar. Selain itu, paket kedua senilai sekitar USD14 miliar belum disetujui secara resmi.

China dengan keras menentang penjualan senjata AS, menuduh AS mengubah Taiwan menjadi negara "tong mesiu". Dalam pernyataan terbarunya tentang Taiwan, Trump mengindikasikan bahwa paket senjata berikutnya untuk Taiwan ditunda untuk digunakan sebagai alat tawar-menawar dengan China.

“Saya belum menyetujuinya. Kita akan lihat apa yang terjadi,” kata Trump, merujuk pada paket senjata yang diharapkan.

“Saya mungkin melakukannya, saya mungkin tidak melakukannya. Saya menundanya, dan itu tergantung pada China. Ini adalah alat tawar-menawar yang sangat baik bagi kita, terus terang. Ini banyak senjata.”

Sementara itu, Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo pada 19 Mei mengatakan dia "optimistis dengan hati-hati" tentang penjualan senjata tersebut.

“Jelas bahwa pihak yang berulang kali memprovokasi, menciptakan insiden, dan merusak status quo yang damai dan stabil di Selat Taiwan adalah China, bukan negara kita,” kata Koo kepada Parlemen.

“Oleh karena itu, dalam keadaan ini, kami percaya bahwa mempertahankan saluran penjualan senjata ini sejalan dengan kepentingan AS,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!