Utusan Putin: Tsunami Krisis Energi Segera Hantam Eropa!
Jum'at, 22 Mei 2026 - 08:00 WIB
Menurut laporan Russia Today, Jumat (22/5/2026), guncangan energi terkait perang AS-Israel melawan Iran telah mendorong Inggris untuk mengeluarkan izin sementara untuk impor bahan bakar diesel dan jet asal Rusia untuk menstabilkan pasar yang terguncang oleh gangguan navigasi melalui Selat Hormuz. Rute Selat Hormuz menangani sekitar 20% minyak dan LNG global.
Keputusan Inggris yang diumumkan pada hari Rabu itu mencerminkan langkah serupa yang dilakukan AS awal pekan ini dengan memperpanjang pengecualian sanksi untuk pembelian minyak Rusia melalui jalur laut dalam jumlah terbatas.
Beberapa pejabat di seluruh Uni Eropa telah menyerukan pemulihan hubungan energi dengan Rusia untuk mengatasi krisis tersebut. Namun, Komisi Eropa telah menyatakan bahwa tidak akan ada kembali ke impor energi Rusia dan akan terus mengejar penghentian total penggunaan bahan bakar fosil Rusia pada tahun 2027.
Awal tahun ini, Dmitriev mengatakan bahwa Uni Eropa "mau tidak mau akan meminta" gas Rusia, karena harga energi diproyeksikan akan terus meningkat. Dia juga menyatakan bahwa blok tersebut adalah yang terakhir dalam antrean di antara konsumen energi Rusia karena Moskow memperluas proyek dengan negara lain.
Keputusan Inggris yang diumumkan pada hari Rabu itu mencerminkan langkah serupa yang dilakukan AS awal pekan ini dengan memperpanjang pengecualian sanksi untuk pembelian minyak Rusia melalui jalur laut dalam jumlah terbatas.
Beberapa pejabat di seluruh Uni Eropa telah menyerukan pemulihan hubungan energi dengan Rusia untuk mengatasi krisis tersebut. Namun, Komisi Eropa telah menyatakan bahwa tidak akan ada kembali ke impor energi Rusia dan akan terus mengejar penghentian total penggunaan bahan bakar fosil Rusia pada tahun 2027.
Awal tahun ini, Dmitriev mengatakan bahwa Uni Eropa "mau tidak mau akan meminta" gas Rusia, karena harga energi diproyeksikan akan terus meningkat. Dia juga menyatakan bahwa blok tersebut adalah yang terakhir dalam antrean di antara konsumen energi Rusia karena Moskow memperluas proyek dengan negara lain.
(mas)
Lihat Juga :