Koma Tak Kunjung Sadar, Kondisi Putri Raja Thailand Kini Memburuk
Kamis, 21 Mei 2026 - 14:31 WIB
Sejak kecil, Putri Bha hidup dalam gemblengan disiplin keluarga kerajaan. Pendidikan formalnya tak main-main, yakni termasuk Sarjana Hukum dari Universitas Thammasat di Bangkok, gelar PhD dari Cornell University di Amerika Serikat—salah satu kampus Ivy League ternama—, dan Magister Hubungan Internasional juga dari universitas yang sama.
Dengan kemampuan bahasa Inggris yang fasih dan wawasan internasional, Putri Bha menjadi simbol kebanggaan baru bagi rakyat Thailand—modern, cerdas, dan berwibawa, namun tetap menjunjung nilai-nilai Buddhisme dan tradisi monarki.
Berbeda dengan sebagian bangsawan yang hidup dalam kemewahan, Putri Bha memilih jalur pengabdian publik. Dia pernah bekerja sebagai jaksa di Kantor Kejaksaan Agung Thailand, menangani kasus-kasus hukum internasional dan hak asasi manusia.
Pada 2012, dia diangkat menjadi Duta Besar Thailand untuk Austria, Slovakia, dan Slovenia, sekaligus Perwakilan Tetap untuk PBB di Wina. Selama bertugas, dia memimpin inisiatif yang kemudian dikenal sebagai “Bangkok Rules”, yaitu aturan PBB mengenai perlakuan terhadap narapidana perempuan, hasil gagasannya sendiri. Peraturan ini menjadi tonggak besar dalam dunia hukum internasional, menjadikan namanya dihormati di kalangan diplomat dunia.
Tak sedikit analis di Bangkok yang menilai Putri Bha sebagai gambaran ideal pemimpin masa depan Kerajaan Thailand—sosok yang berwibawa, terdidik, dan bersih dari skandal.
Kisah tragis dialami Putri Bha pada 14 Desember 2022. Kala itu, dia tengah memimpin sesi latihan anjing-anjing penjaga kerajaan di Nakhon Ratchasima, kawasan timur laut Thailand. Tanpa tanda-tanda sakit sebelumnya, dia tiba-tiba pingsan di tengah lapangan latihan.
Tim medis istana segera mengevakuasinya ke rumah sakit setempat sebelum diterbangkan dengan helikopter ke King Chulalongkorn Memorial Hospital, Bangkok.
Beberapa hari kemudian, Biro Rumah Tangga Kerajaan mengumumkan penyebabnya: aritmia jantung parah akibat peradangan otot jantung (myocarditis) yang dipicu oleh infeksi bakteri Mycoplasma. Kondisinya kemudian memburuk.
Dengan kemampuan bahasa Inggris yang fasih dan wawasan internasional, Putri Bha menjadi simbol kebanggaan baru bagi rakyat Thailand—modern, cerdas, dan berwibawa, namun tetap menjunjung nilai-nilai Buddhisme dan tradisi monarki.
Berbeda dengan sebagian bangsawan yang hidup dalam kemewahan, Putri Bha memilih jalur pengabdian publik. Dia pernah bekerja sebagai jaksa di Kantor Kejaksaan Agung Thailand, menangani kasus-kasus hukum internasional dan hak asasi manusia.
Pada 2012, dia diangkat menjadi Duta Besar Thailand untuk Austria, Slovakia, dan Slovenia, sekaligus Perwakilan Tetap untuk PBB di Wina. Selama bertugas, dia memimpin inisiatif yang kemudian dikenal sebagai “Bangkok Rules”, yaitu aturan PBB mengenai perlakuan terhadap narapidana perempuan, hasil gagasannya sendiri. Peraturan ini menjadi tonggak besar dalam dunia hukum internasional, menjadikan namanya dihormati di kalangan diplomat dunia.
Tak sedikit analis di Bangkok yang menilai Putri Bha sebagai gambaran ideal pemimpin masa depan Kerajaan Thailand—sosok yang berwibawa, terdidik, dan bersih dari skandal.
Detik-detik Putri Bha Pingsan dan Koma
Kisah tragis dialami Putri Bha pada 14 Desember 2022. Kala itu, dia tengah memimpin sesi latihan anjing-anjing penjaga kerajaan di Nakhon Ratchasima, kawasan timur laut Thailand. Tanpa tanda-tanda sakit sebelumnya, dia tiba-tiba pingsan di tengah lapangan latihan.
Tim medis istana segera mengevakuasinya ke rumah sakit setempat sebelum diterbangkan dengan helikopter ke King Chulalongkorn Memorial Hospital, Bangkok.
Beberapa hari kemudian, Biro Rumah Tangga Kerajaan mengumumkan penyebabnya: aritmia jantung parah akibat peradangan otot jantung (myocarditis) yang dipicu oleh infeksi bakteri Mycoplasma. Kondisinya kemudian memburuk.
Lihat Juga :