Iran Ingin Serahkan Persediaan Nuklirnya ke Rusia
Selasa, 19 Mei 2026 - 21:28 WIB
Menurut laporan tersebut, Iran diduga siap membekukan program nuklirnya untuk jangka waktu yang lama tetapi hanya dengan syarat bahwa uranium yang diperkaya tinggi akan dipindahkan ke Rusia, bukan ke AS. Teheran masih menolak membongkar program nuklirnya sepenuhnya, tambah Al Hadath.
Iran menyimpan lebih dari 400 kg uranium yang diperkaya hingga 60%, menurut perkiraan Badan Energi Atom Internasional. Tingkat uranium untuk senjata nuklir biasanya membutuhkan pengayaan 90% atau lebih tinggi.
Moskow telah berulang kali menawarkan bantuannya untuk mengakhiri konflik, khususnya dengan menghilangkan persediaan uranium yang sangat diperkaya milik Iran.
“Kami tidak hanya menawarkan hal itu; kami sudah pernah melaksanakannya sekali sebelumnya, pada tahun 2015. Iran sepenuhnya mempercayai kami, dan bukan tanpa alasan,” ujar Presiden Rusia Vladimir Putin kepada wartawan awal bulan ini.
Moskow tidak pernah melanggar perjanjiannya, tegasnya, dan terus bekerja sama dengan Republik Islam Iran dalam program energi nuklir damainya.
Washington dilaporkan telah menolak proposal terbaru Iran sebagai tidak memadai, lapor Axios pada hari Senin, mengutip seorang pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya yang diberi pengarahan tentang masalah ini.
Iran menyimpan lebih dari 400 kg uranium yang diperkaya hingga 60%, menurut perkiraan Badan Energi Atom Internasional. Tingkat uranium untuk senjata nuklir biasanya membutuhkan pengayaan 90% atau lebih tinggi.
Moskow telah berulang kali menawarkan bantuannya untuk mengakhiri konflik, khususnya dengan menghilangkan persediaan uranium yang sangat diperkaya milik Iran.
“Kami tidak hanya menawarkan hal itu; kami sudah pernah melaksanakannya sekali sebelumnya, pada tahun 2015. Iran sepenuhnya mempercayai kami, dan bukan tanpa alasan,” ujar Presiden Rusia Vladimir Putin kepada wartawan awal bulan ini.
Moskow tidak pernah melanggar perjanjiannya, tegasnya, dan terus bekerja sama dengan Republik Islam Iran dalam program energi nuklir damainya.
Washington dilaporkan telah menolak proposal terbaru Iran sebagai tidak memadai, lapor Axios pada hari Senin, mengutip seorang pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya yang diberi pengarahan tentang masalah ini.
Lihat Juga :