Jadi Senjata Canggih Baru Indonesia, Ini Kehebatan Rudal Meteor

Senin, 18 Mei 2026 - 14:44 WIB
Rudal Meteor disebut memiliki “No Escape Zone” beberapa kali lebih besar dibanding rudal generasi sebelumnya. Artinya, pesawat lawan yang sudah terkunci rudal Meteor memiliki peluang sangat kecil untuk menghindar, bahkan jika melakukan manuver ekstrem atau mencoba kabur dengan kecepatan tinggi.

Banyak analis militer menilai inilah alasan rudal Meteor sangat ditakuti.

Spesifikasi Rudal Meteor

•Jenis: Beyond Visual Range Air-to-Air Missile (BVRAAM)

•Produsen: MBDA

•Panjang: 3,7 meter

•Diameter: 178 mm

•Berat : Sekitar 190 kg

•Kecepatan: Lebih dari Mach 4

•Jangkauan: Diperkirakan >100 km

•Sistem pemandu: Active radar seeker

•Mesin: Variable flow ramjet

•Hulu ledak: High explosive fragmentation

•Data link: Dua arah (two-way data link)

Seolah Bisa “Berbicara” dengan Pesawat



Meteor bukan sekadar rudal biasa yang ditembak lalu meluncur sendiri. Rudal ini dilengkapi two-way data link, yang artinya pilot atau pesawat AWACS dapat memperbarui posisi target di tengah penerbangan, rudal bisa menerima koreksi lintasan secara real-time, dan target yang bermanuver tetap dapat diburu

Konsep tersebut membuat rudal Meteor sangat cocok untuk perang udara modern berbasis network-centric warfare.

Seberapa Mematikan Rudal Meteor?



Di dunia pertahanan, Meteor kerap disebut sebagai salah satu rudal udara-ke-udara paling superior saat ini.

Keunggulannya antara lain:

1. Energi Tetap Tinggi di Fase Akhir

Ini faktor pembeda utama dibanding banyak rival.

2. Sulit Dihindari

Pilot lawan memiliki waktu reaksi lebih sempit.

3. Sangat Cocok untuk Dogfight Modern

Perang udara masa kini lebih banyak terjadi di luar jarak pandang visual.

4. Efektif Melawan Banyak Target

Meteor diklaim mampu menghadapi jet tempur, drone, rudal jelajah, dan target bermanuver tinggi.

Negara Mana Saja Pengguna Meteor?

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!