UEA Gagal Bujuk Arab Saudi dan Qatar untuk Perang Gabungan Keroyok Iran
Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:30 WIB
Sebelumnya muncul laporan bahwa Arab Saudi dan UEA melancarkan serangan balasan terhadap Iran, tetapi melakukannya secara independen.
Serangan Arab Saudi digambarkan oleh para analis sebagai serangan yang terukur, dan kerajaan tersebut dengan cepat beralih untuk mendukung upaya mediasi oleh sekutunya, Pakistan.
Sebaliknya, UEA menargetkan situs energi Iran. The Wall Street Journal melaporkan bahwa UEA menyerang Pulau Lavan Iran di Teluk pada awal April, sekitar waktu AS mengumumkan gencatan senjata.
Serangan tersebut dilaporkan memicu kebakaran besar dan melumpuhkan sebagian besar kapasitas fasilitas tersebut selama berbulan-bulan, menandai eskalasi yang signifikan pada saat Presiden AS Donald Trump mempromosikan gencatan senjata.
Sementara Arab Saudi memiliki jalur pipa Timur-Barat untuk mengekspor minyak melalui Laut Merah, UEA lebih terpapar serangan Iran. Perang tersebut juga telah merusak statusnya sebagai pusat pariwisata dan keuangan.
Abu Dhabi secara terbuka dan tertutup melobi AS untuk melanjutkan perangnya terhadap Iran dan mengajukan proposal yang gagal di PBB yang akan mengizinkan penggunaan kekuatan untuk menanggapi penguasaan baru Iran atas Selat Hormuz.
Serangan Arab Saudi digambarkan oleh para analis sebagai serangan yang terukur, dan kerajaan tersebut dengan cepat beralih untuk mendukung upaya mediasi oleh sekutunya, Pakistan.
Sebaliknya, UEA menargetkan situs energi Iran. The Wall Street Journal melaporkan bahwa UEA menyerang Pulau Lavan Iran di Teluk pada awal April, sekitar waktu AS mengumumkan gencatan senjata.
Serangan tersebut dilaporkan memicu kebakaran besar dan melumpuhkan sebagian besar kapasitas fasilitas tersebut selama berbulan-bulan, menandai eskalasi yang signifikan pada saat Presiden AS Donald Trump mempromosikan gencatan senjata.
UEA Babak Belur Diserang Iran
Sementara Arab Saudi memiliki jalur pipa Timur-Barat untuk mengekspor minyak melalui Laut Merah, UEA lebih terpapar serangan Iran. Perang tersebut juga telah merusak statusnya sebagai pusat pariwisata dan keuangan.
Abu Dhabi secara terbuka dan tertutup melobi AS untuk melanjutkan perangnya terhadap Iran dan mengajukan proposal yang gagal di PBB yang akan mengizinkan penggunaan kekuatan untuk menanggapi penguasaan baru Iran atas Selat Hormuz.
Lihat Juga :