Intelijen AS Khawatir Perang Iran Beri Keuntungan Strategis bagi China
Jum'at, 15 Mei 2026 - 06:15 WIB
Hal ini memungkinkan Beijing berperan sebagai dermawan energi, menjangkau Thailand, Australia, Filipina, dan negara-negara lain dengan pasokan bahan bakar jet dan teknologi energi hijau, menurut WaPo.
“China adalah negara kedua yang paling terlindungi di dunia dari krisis energi, setelah Amerika Serikat,” kata Ryan Hass, ahli China di Brookings Institution, kepada surat kabar tersebut.
“Ini bukan altruisme,” tambahnya. “Ini adalah Beijing yang memanfaatkan kesempatan untuk menciptakan perpecahan antara Amerika dan mitra tradisionalnya.”
Beijing telah menyerukan diakhirinya permusuhan di Timur Tengah dan mengutuk aksi militer AS.
Setelah Washington memberikan sanksi kepada beberapa kilang minyak China karena berbisnis dengan Iran, Beijing memerintahkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk tidak mematuhi tindakan tersebut.
Baca juga: Rubio Akui AS Berupaya Bujuk China untuk Tekan Iran
“China adalah negara kedua yang paling terlindungi di dunia dari krisis energi, setelah Amerika Serikat,” kata Ryan Hass, ahli China di Brookings Institution, kepada surat kabar tersebut.
“Ini bukan altruisme,” tambahnya. “Ini adalah Beijing yang memanfaatkan kesempatan untuk menciptakan perpecahan antara Amerika dan mitra tradisionalnya.”
Beijing telah menyerukan diakhirinya permusuhan di Timur Tengah dan mengutuk aksi militer AS.
Setelah Washington memberikan sanksi kepada beberapa kilang minyak China karena berbisnis dengan Iran, Beijing memerintahkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk tidak mematuhi tindakan tersebut.
Baca juga: Rubio Akui AS Berupaya Bujuk China untuk Tekan Iran
(sya)
Lihat Juga :