Iran Berharap China Jadi Jaminan untuk Kesepakatan Damai dengan AS

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:43 WIB
Sementara itu, penguasaan Iran atas Selat Hormuz mencekik pasokan energi dunia dan menimbulkan penderitaan ekonomi global.

Namun, kesulitan ekonomi Republik Islam sendiri menguji kemampuannya untuk bertahan dari perang dan menentang tuntutan AS.

Rakyat Iran telah terpukul oleh kenaikan harga pangan, obat-obatan, dan barang-barang lainnya yang meroket.

Pada saat yang sama, negara ini mengalami kehilangan pekerjaan massal dan penutupan bisnis yang disebabkan kerusakan perang pada industri-industri utama dan penutupan internet selama berbulan-bulan oleh pemerintah.

“Biaya ekonomi dari perang dan blokade angkatan laut AS sangat besar dan belum pernah terjadi sebelumnya bagi Iran," kata Hadi Kahalzadeh, ekonom Iran dan peneliti di Universitas Brandeis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!