Para Pakar Militer Klaim AS dan Iran Sejujurnya Tak Ingin Kembali Berperang, Ini 5 Alasannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:15 WIB
Agar hal itu terjadi, Trump perlu menjauhkan diri dari Netanyahu dan lobi Israel di AS yang terus mendorongnya ke dalam konflik, tambahnya.

5. Tanpa Ada Upaya Saling Memahami

Analis Dania Thafer mengatakan kurangnya kemajuan dalam pembicaraan, termasuk penolakan terbaru terhadap proposal Iran oleh Trump, menunjukkan “kedua pihak berbicara tanpa saling memahami”.

Berbicara kepada Al Jazeera, ia mengatakan perlu ada “semacam perubahan dalam situasi yang dapat memajukan diskusi… apakah itu eskalasi atau menunggu untuk melihat siapa yang menyerah lebih dulu”.

“Apakah blokade minyak Iran akan lebih efektif untuk membuat Iran menyerah, atau apakah blokade di Selat Hormuz akan membuat Trump menyerah lebih dulu karena dampaknya terhadap negara-negara Teluk dan ekonomi internasional?” kata Thafer, direktur eksekutif Gulf International Forum.

Thalfer memperingatkan ada “kemungkinan besar eskalasi,” mengutip laporan serangan terhadap UEA dan Kuwait meskipun Iran membantah.

Dia menambahkan bahwa situasi tersebut berisiko berubah menjadi "situasi limbo dengan konflik intensitas rendah ini," dan memperingatkan bahwa "ini bisa menjadi konflik yang membeku, yang tidak baik bagi pihak mana pun".
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!