Mantan PM Qatar Klaim Perang Iran Paksa Negara-negara Arab Harus Bentuk NATO Teluk, Ini 5 Alasannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:45 WIB
Akibatnya, Teheran telah menghabiskan sebagian besar modal politiknya di Teluk, yang menimbulkan kemarahan publik yang meluas atas gangguan ekonomi dan keamanan yang disebabkan oleh tindakannya. Namun, Sheikh Hamad menekankan bahwa geografi menentukan koeksistensi dan menyerukan dialog kolektif dan terbuka antara Teluk dan Teheran, alih-alih dialog yang terpecah-pecah.

5. Adanya Perpecahan Internal di Teluk

Dalam salah satu penilaiannya yang paling blak-blakan, Sheikh Hamad menyatakan bahwa ancaman terbesar bagi Teluk bukanlah Iran, Israel, atau pangkalan militer asing, tetapi perpecahan internal di Teluk.

Untuk mengatasi hal ini, ia mengusulkan pembentukan “NATO Teluk”, sebuah proyek politik dan pertahanan bersama yang dimulai dengan kelompok inti negara-negara Teluk yang selaras secara strategis dengan Arab Saudi sebagai tulang punggungnya. Ia berpendapat bahwa Uni Eropa dimulai dengan sejumlah kecil negara sebelum berkembang, menyarankan model serupa yang diatur oleh hukum institusional yang ketat dan dihormati oleh semua anggota.

Menanggapi kehadiran militer AS, Sheikh Hamad mengakui bahwa pangkalan AS telah memberikan pencegahan yang penting selama beberapa dekade. Namun, ia memperingatkan bahwa poros strategis Washington menuju Asia dan pembendungan China berarti Teluk tidak dapat lagi bergantung selamanya pada payung keamanan AS, dan ia mendesak negara-negara Teluk untuk mengembangkan kemitraan strategis jangka panjang berbasis kepentingan dengan kekuatan regional seperti Turki, Pakistan, dan Mesir.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!