Pelabuhan Iran Siap Beri Layanan Dukungan kepada Kapal-Kapal di Selat Hormuz

Kamis, 07 Mei 2026 - 15:02 WIB
Kerangka kerja yang diusulkan dilaporkan akan mencakup moratorium Iran terhadap pengayaan uranium, peningkatan inspeksi, pencabutan sanksi AS secara bertahap, pelepasan dana Iran yang dibekukan, dan pelonggaran pembatasan pengiriman secara bertahap.

Satu sumber RT di Pakistan mengatakan kemajuan dalam proses perdamaian masih "agak lambat," dengan beberapa isu yang belum terselesaikan masih dalam pembahasan.

Teheran belum secara resmi menanggapi proposal AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan teks tersebut masih dalam peninjauan, menambahkan bahwa negosiasi membutuhkan "itikad baik" dan tidak boleh melibatkan "dikte," "penipuan," "pemerasan," atau "pemaksaan."

Para pejabat militer Iran menunjukkan sikap menantang sebelum laporan tentang insiden tanker muncul.

Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, memperingatkan jika Washington menggunakan pembicaraan tersebut sebagai kedok untuk agresi lebih lanjut, Iran akan merespons dengan tegas dan memberikan "kekalahan yang memalukan."

Baca juga: PM Pakistan Senang Trump Setop Sementara Proyek Kebebasan Selat Hormuz, Negara-negara Teluk Khawatir
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!