Rusia Desak Seluruh Diplomat dan Warga Asing Tinggalkan Kyiv, Isyarat Akan Ada Serangan Besar
Kamis, 07 Mei 2026 - 12:30 WIB
“Kementerian Luar Negeri mendesak pemerintah negara Anda/kepemimpinan organisasi Anda untuk menanggapi pernyataan ini dengan sangat serius dan memastikan evakuasi tepat waktu dari kota Kyiv terhadap personel misi diplomatik dan lainnya, serta warga sipil, mengingat serangan balasan yang tak terhindarkan oleh Angkatan Bersenjata Federasi Rusia terhadap Kyiv, termasuk terhadap pusat-pusat pengambilan keputusan jika Ukraina melanjutkan rencana teroris kriminalnya,” bunyi nota diplomatik tersebut, sebagaimana disampaikan Zakharova.
"Rusia sangat menyadari sikap Barat terhadap Hari Kemenangan dan upaya untuk menulis ulang sejarah dan menghancurkan warisan peringatan Soviet secara sistematis,” kata Zakharova.
“Karena mereka terus memasok senjata ke Ukraina, mereka bertindak sebagai kaki tangan dalam rencana kriminal yang disusun oleh rezim Kyiv. Namun, naluri untuk menyelamatkan diri tidak boleh hilang,” imbuh dia, yang dilansir Russia Today, Kamis (7/5/2026).
Masih belum jelas apakah Kyiv akan benar-benar mengindahkan seruan Moskow dan mematuhi gencatan senjata 8-9 Mei.
Setelah pengumuman Kementerian Pertahanan Rusia, Zelensky menyebut gencatan senjata itu "tidak adil" dan mengeklaim bahwa tidak ada yang secara resmi menyarankan apa pun kepada Kyiv.
Beberapa jam kemudian, dia secara sepihak menyatakan gencatan senjata mulai tengah malam pada malam 5-6 Mei, menambahkan bahwa Kyiv akan "bertindak timbal balik" terhadap tindakan Moskow.
"Rusia sangat menyadari sikap Barat terhadap Hari Kemenangan dan upaya untuk menulis ulang sejarah dan menghancurkan warisan peringatan Soviet secara sistematis,” kata Zakharova.
“Karena mereka terus memasok senjata ke Ukraina, mereka bertindak sebagai kaki tangan dalam rencana kriminal yang disusun oleh rezim Kyiv. Namun, naluri untuk menyelamatkan diri tidak boleh hilang,” imbuh dia, yang dilansir Russia Today, Kamis (7/5/2026).
Masih belum jelas apakah Kyiv akan benar-benar mengindahkan seruan Moskow dan mematuhi gencatan senjata 8-9 Mei.
Setelah pengumuman Kementerian Pertahanan Rusia, Zelensky menyebut gencatan senjata itu "tidak adil" dan mengeklaim bahwa tidak ada yang secara resmi menyarankan apa pun kepada Kyiv.
Beberapa jam kemudian, dia secara sepihak menyatakan gencatan senjata mulai tengah malam pada malam 5-6 Mei, menambahkan bahwa Kyiv akan "bertindak timbal balik" terhadap tindakan Moskow.
Lihat Juga :