AS Bilang Perang Berakhir, tapi Jet Tempur F/A-18 Amerika Serang Kapal Tanker Iran

Kamis, 07 Mei 2026 - 07:03 WIB
Kerangka kerja yang diusulkan dilaporkan akan mencakup moratorium Iran terhadap pengayaan uranium, peningkatan inspeksi, pencabutan sanksi AS secara bertahap, pelepasan dana Iran yang dibekukan, dan pelonggaran pembatasan pengiriman secara bertahap.

Sumber di Pakistan yang dikutip Russia Today mengatakan kemajuan dalam proses perdamaian tetap "agak lambat", dengan beberapa masalah yang belum terselesaikan masih dalam pembahasan.

Teheran belum secara resmi menanggapi proposal AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan teks tersebut masih dalam peninjauan, dan memperingatkan bahwa negosiasi membutuhkan "itikad baik" dan tidak boleh berujung pada "dikte", "penipuan", "pemerasan", atau "pemaksaan".

Para pejabat militer Iran juga menunjukkan sikap menantang sebelum laporan tentang insiden serangan terhadap kapal tanker muncul.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi memperingatkan bahwa jika Washington menggunakan pembicaraan sebagai kedok untuk agresi lebih lanjut, Iran akan merespons dengan tegas dan memberikan "kekalahan yang memalukan".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!