AS Bilang Perang Berakhir, tapi Jet Tempur F/A-18 Amerika Serang Kapal Tanker Iran

Kamis, 07 Mei 2026 - 07:03 WIB
loading...
AS Bilang Perang Berakhir,...
Amerika Serikat umumkan perang berakhir, tapi jet tempur F/A-18 Super Hornet AS masih menyerang kapal tanker minyak Iran di Teluk Oman. Foto/The Aviation Geek Club
A A A
TEHERAN - Sebuah jet tempur F/A-18 Super Hornet Amerika Serikat (AS) telah menembaki dan melumpuhkan kapal tanker minyak berbendera Iran di Teluk Oman pada Rabu waktu setempat. Ini kontradiksi dengan pengumumanMenteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio yang menyatakan perang Amerika-Israelterhadap Iran telah berakhir karena tujuan telah tecapai.

"Kami lebih memilih jalan perdamaian. Yang lebih disukai presiden [Donald Trump] adalah kesepakatan," kata Rubio.

Baca Juga: Menlu AS: Perang Iran Resmi Berakhir

Serangan terhadap kapal tanker minyak Iran terjadi sesaat setelah Presiden Amerika Donald Trump mengancam akan melanjutkan kampanye pengeboman kecuali Teheran setuju untuk mengakhiri perang dengan syarat-syarat yang ditetapkan Washington.

Komando Pusat AS atau CENTCOM mengatakan kapal tanker tanpa muatan, yang diidentifikasi sebagai M/T Hasna, berusaha berlayar menuju pelabuhan Iran pada hari Rabu.

Menurut CENTCOM, kapal itu melanggar blokade Angkatan Laut Amerika, yang tetap berlaku meskipun keputusan mendadak Trump sehari sebelumnya untuk menghentikan sementara Project Fredom atau Proyek Kebebasan—sebuah operasi militer untuk mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz.

CENTCOM mengatakan pasukan AS mengeluarkan beberapa peringatan sebelum jet tempur F/A-18 Super Hornet yang diluncurkan dari kapal induk USS Abraham Lincoln menembakkan beberapa peluru meriam 20mm ke kemudi kapal tersebut, mencegahnya melanjutkan perjalanan menuju Iran.

Trump sebelumnya mengeluarkan ultimatum baru kepada Teheran, memperingatkan bahwa Operasi Epic Fury "yang sudah melegenda" hanya akan berakhir jika Iran menerima persyaratan yang menurutnya telah disepakati.

"Jika mereka tidak setuju, pengeboman akan dimulai, dan sayangnya, akan jauh lebih tinggi dan lebih intensif daripada sebelumnya," tulisnya di Truth Social.

Trump tetap optimistis, mengatakan kepada PBS pada hari Rabu bahwa ada "peluang yang sangat bagus" perang dapat berakhir sebelum perjalanannya yang direncanakan ke China. Namun, dia menegaskan kembali bahwa "Jika tidak, AS akan kembali membombardir mereka habis-habisan."

Washington dan Teheran dilaporkan hampir mencapai kesepakatan satu halaman berisi 14 poin yang akan mengakhiri perang dan membuka periode 30 hari untuk negosiasi yang lebih rinci, menurut sumber AS yang dikutip Axios, Kamis (7/5/2026).

Kerangka kerja yang diusulkan dilaporkan akan mencakup moratorium Iran terhadap pengayaan uranium, peningkatan inspeksi, pencabutan sanksi AS secara bertahap, pelepasan dana Iran yang dibekukan, dan pelonggaran pembatasan pengiriman secara bertahap.

Sumber di Pakistan yang dikutip Russia Today mengatakan kemajuan dalam proses perdamaian tetap "agak lambat", dengan beberapa masalah yang belum terselesaikan masih dalam pembahasan.

Teheran belum secara resmi menanggapi proposal AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan teks tersebut masih dalam peninjauan, dan memperingatkan bahwa negosiasi membutuhkan "itikad baik" dan tidak boleh berujung pada "dikte", "penipuan", "pemerasan", atau "pemaksaan".

Para pejabat militer Iran juga menunjukkan sikap menantang sebelum laporan tentang insiden serangan terhadap kapal tanker muncul.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi memperingatkan bahwa jika Washington menggunakan pembicaraan sebagai kedok untuk agresi lebih lanjut, Iran akan merespons dengan tegas dan memberikan "kekalahan yang memalukan".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi...
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir
Rekomendasi
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Berita Terkini
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved