Menlu Iran Kunjungi Beijing, China Tekan Teheran untuk Buka Selat Hormuz
Rabu, 06 Mei 2026 - 12:02 WIB
Iran akan membutuhkan dukungan China, misalnya, di PBB, untuk memblokir tindakan apa pun yang akan memberikan sanksi tambahan kepada Iran karena penutupan selat tersebut.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran dilaporkan mencari kejelasan dari Beijing tentang apa yang akan ditawarkan China saat bertemu dengan Trump – apakah Beijing akan memberikan konsesi kepada Washington yang berpotensi membuat Teheran gelisah.
Sebagai imbalannya, China juga menginginkan jaminan bahwa Iran tidak akan bertindak secara retaliatif atau dramatis menjelang pertemuan yang sangat penting itu.
Kemudian, Jodie Wen, seorang peneliti di Pusat Keamanan dan Strategi Internasional di Universitas Tsinghua di Beijing, mengatakan kunjungan Araghchi "cukup unik", terjadi pada saat perang dengan AS, "krisis pelayaran" di Selat Hormuz, dan saat Trump bersiap untuk mengunjungi China akhir bulan ini.
Wen mengatakan kunjungan menteri luar negeri Iran tampaknya bertujuan untuk "memperkuat komunikasi strategis dengan China di tengah ketegangan regional saat ini".
"Selain itu, saya pikir dia mencoba mencari upaya diplomatik atau ruang yang lebih besar bagi Iran dalam urusan internasional di tengah ketegangan saat ini di Timur Tengah," kata Wen, dilansir Al Jazeera.
"Jadi, saya pikir China akan berusaha sebaik mungkin untuk membujuk Iran kembali ke meja [perundingan] dan membiarkan Selat Hormuz kembali terbuka seperti sebelumnya."
Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran dilaporkan mencari kejelasan dari Beijing tentang apa yang akan ditawarkan China saat bertemu dengan Trump – apakah Beijing akan memberikan konsesi kepada Washington yang berpotensi membuat Teheran gelisah.
Sebagai imbalannya, China juga menginginkan jaminan bahwa Iran tidak akan bertindak secara retaliatif atau dramatis menjelang pertemuan yang sangat penting itu.
Kemudian, Jodie Wen, seorang peneliti di Pusat Keamanan dan Strategi Internasional di Universitas Tsinghua di Beijing, mengatakan kunjungan Araghchi "cukup unik", terjadi pada saat perang dengan AS, "krisis pelayaran" di Selat Hormuz, dan saat Trump bersiap untuk mengunjungi China akhir bulan ini.
Wen mengatakan kunjungan menteri luar negeri Iran tampaknya bertujuan untuk "memperkuat komunikasi strategis dengan China di tengah ketegangan regional saat ini".
"Selain itu, saya pikir dia mencoba mencari upaya diplomatik atau ruang yang lebih besar bagi Iran dalam urusan internasional di tengah ketegangan saat ini di Timur Tengah," kata Wen, dilansir Al Jazeera.
"Jadi, saya pikir China akan berusaha sebaik mungkin untuk membujuk Iran kembali ke meja [perundingan] dan membiarkan Selat Hormuz kembali terbuka seperti sebelumnya."
Lihat Juga :