5 Alasan AS Hentikan Operasi Epic Fury, Salah Satunya Selat Hormuz Ingin Kembali Normal
Kamis, 07 Mei 2026 - 01:10 WIB
Membela operasi tersebut, Rubio mengatakan kapal-kapal yang terdampar di selat itu berada di bawah "belas kasihan pembajakan" oleh Iran.
"Mereka adalah warga sipil yang tidak bersalah," katanya. "Ini adalah negara dan kapal yang tidak ada hubungannya dengan ini, namun mereka terjebak di tengah-tengahnya dan disandera."
"Mereka seperti sasaran empuk," tambahnya. "Mereka terisolasi, mereka kelaparan, mereka rentan."
“Presiden Trump telah bertindak dan menjawab seruan untuk bantuan mereka,” kata Rubio, mengklaim bahwa “Proyek Kebebasan” adalah langkah pertama untuk membuka kembali selat tersebut dan mengakhiri “tindakan terakhir Iran berupa penghancuran ekonomi”.
“Kami melakukannya bukan hanya karena diminta, tetapi karena kami satu-satunya yang mampu,” tambah Rubio.
"Mereka adalah warga sipil yang tidak bersalah," katanya. "Ini adalah negara dan kapal yang tidak ada hubungannya dengan ini, namun mereka terjebak di tengah-tengahnya dan disandera."
"Mereka seperti sasaran empuk," tambahnya. "Mereka terisolasi, mereka kelaparan, mereka rentan."
5. AS Klaim Negara yang Mampu Bebaskan Selat Hormuz
Melanjutkan pernyataannya, Rubio mengatakan AS telah menerima permintaan publik dan swasta dari berbagai negara untuk membantu mengeluarkan kapal-kapal yang terdampar dari Selat Hormuz.“Presiden Trump telah bertindak dan menjawab seruan untuk bantuan mereka,” kata Rubio, mengklaim bahwa “Proyek Kebebasan” adalah langkah pertama untuk membuka kembali selat tersebut dan mengakhiri “tindakan terakhir Iran berupa penghancuran ekonomi”.
“Kami melakukannya bukan hanya karena diminta, tetapi karena kami satu-satunya yang mampu,” tambah Rubio.
(ahm)
Lihat Juga :