Korea Selatan Belum Putuskan Bergabung Proyek Kebebasan Trump setelah Insiden Kapal Rusak
Selasa, 05 Mei 2026 - 17:08 WIB
Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan satu kapal Korea Selatan terkena proyektil Iran, pemerintah Korea Selatan lebih berhati-hati dalam pernyataannya.
Mereka hanya mengkonfirmasi adanya ledakan, bahwa api berasal dari sisi kiri ruang mesin dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Sementara itu, Lorenzo Kamel, profesor sejarah di Universitas Turin, mengatakan "pengalihan tanggung jawab stabilisasi militer" oleh negara-negara Timur Tengah yang menampung pasukan AS adalah masalah bagi kawasan tersebut yang harus diatasi.
“Jika sejarah mengajarkan sesuatu, itu adalah pengalihan tanggung jawab keamanan kepada negara-negara eksternal tidak akan pernah membawa perdamaian abadi… Yang ingin kita lihat di kawasan ini adalah perdamaian sejati dan bukan stabilitas bersenjata,” kata Kamel kepada Al Jazeera.
Mengenai negosiasi perdamaian AS-Iran, ia mengatakan, “Pembicaraan tidak akan menghasilkan apa pun sampai ada pemahaman yang jelas oleh semua pihak bahwa tidak ada solusi militer untuk masalah politik."
Mereka hanya mengkonfirmasi adanya ledakan, bahwa api berasal dari sisi kiri ruang mesin dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Sementara itu, Lorenzo Kamel, profesor sejarah di Universitas Turin, mengatakan "pengalihan tanggung jawab stabilisasi militer" oleh negara-negara Timur Tengah yang menampung pasukan AS adalah masalah bagi kawasan tersebut yang harus diatasi.
“Jika sejarah mengajarkan sesuatu, itu adalah pengalihan tanggung jawab keamanan kepada negara-negara eksternal tidak akan pernah membawa perdamaian abadi… Yang ingin kita lihat di kawasan ini adalah perdamaian sejati dan bukan stabilitas bersenjata,” kata Kamel kepada Al Jazeera.
Mengenai negosiasi perdamaian AS-Iran, ia mengatakan, “Pembicaraan tidak akan menghasilkan apa pun sampai ada pemahaman yang jelas oleh semua pihak bahwa tidak ada solusi militer untuk masalah politik."
Lihat Juga :