Ukraina Serang Situs Militer Rusia, 4 Pesawat Rusak Termasuk 2 Jet Tempur Siluman Su-57
Minggu, 03 Mei 2026 - 09:10 WIB
Citra satelit yang dipublikasikan oleh Brovdi menunjukkan sisa-sisa kendaraan yang digunakan untuk melayani pesawat Rusia. Komandan tersebut menambahkan bahwa jet-jet tempur yang rusak dipindahkan ke hanggar tertutup setelah serangan tersebut.
Menurut Staf Umum, pesawat-pesawat Rusia yang rusak itu berada sekitar 1.700 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Kendati demikian, klaim militer Kyiv tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, dan Moskow belum bersedia berkomentar tentang serangan itu.
"Menargetkan pesawat tempur multi-peran Su-34 dan pesawat tempur generasi kelima Su-57 sangat penting untuk mengurangi kemampuan serangan musuh," kata Brovdi.
Komandan tersebut menambahkan bahwa jet tempur Su-34 Rusia dapat membawa berbagai bom dan rudal berpemandu serta menyerang target, termasuk infrastruktur penting, fasilitas militer, dan area sipil, pada jarak hingga 1.000 kilometer (620 mil).
"Setiap [jet tempur] Su-34 yang ditembak jatuh berarti lebih sedikit serangan udara, lebih banyak nyawa warga sipil yang terselamatkan, dan lebih sedikit tekanan pada sistem pertahanan udara," ujarnya.
Menurut Staf Umum, pesawat-pesawat Rusia yang rusak itu berada sekitar 1.700 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Kendati demikian, klaim militer Kyiv tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, dan Moskow belum bersedia berkomentar tentang serangan itu.
"Menargetkan pesawat tempur multi-peran Su-34 dan pesawat tempur generasi kelima Su-57 sangat penting untuk mengurangi kemampuan serangan musuh," kata Brovdi.
Komandan tersebut menambahkan bahwa jet tempur Su-34 Rusia dapat membawa berbagai bom dan rudal berpemandu serta menyerang target, termasuk infrastruktur penting, fasilitas militer, dan area sipil, pada jarak hingga 1.000 kilometer (620 mil).
"Setiap [jet tempur] Su-34 yang ditembak jatuh berarti lebih sedikit serangan udara, lebih banyak nyawa warga sipil yang terselamatkan, dan lebih sedikit tekanan pada sistem pertahanan udara," ujarnya.
Lihat Juga :