Israel Culik 211 Aktivis Flotilla yang Berlayar ke Gaza, PM Malaysia Marah

Jum'at, 01 Mei 2026 - 11:06 WIB
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim marah setelah 10 aktivis Malaysia yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla diculik militer Israel. Menurutnya, Malaysia bekerja sama erat dengan negara-negara mitra untuk mengamankan pembebasan segera 10 warga Malaysia.

Anwar mengecam keras apa yang digambarkannya sebagai tindakan kekerasan oleh pasukan Israel terhadap misi kemanusiaan tersebut di perairan internasional, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum maritim yang jelas dan mirip dengan pembajakan.

“Malaysia mendesak semua pihak untuk segera bertindak dan memastikan tidak ada aktivis yang dirugikan, termasuk 10 warga Malaysia yang saat ini ditahan dan tidak dapat dihubungi," katanya.

“Keselamatan mereka harus dijamin tanpa kompromi,” katanya dalam unggahan Facebook-nya.

Anwar, yang merupakan pelindung utama misi Sumud Nusantara, juga mengatakan dalam unggahan terpisah bahwa dia sedang berhubungan dengan direktur jenderal Pusat Komando Sumud Nusantara (SNCC), Sani Araby, untuk mendapatkan informasi terbaru.

Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi menyatakan keyakinannya bahwa hubungan diplomatik Malaysia yang kuat dengan negara-negara sahabat dapat membantu memfasilitasi upaya untuk mengamankan pembebasan 10 aktivis Malaysia.

“Mengingat hubungan internasional Perdana Menteri yang kuat, upaya diplomatik dapat dilakukan tidak hanya untuk memfasilitasi misi kemanusiaan mereka, tetapi juga untuk memastikan pembebasan mereka setelah misi tersebut selesai,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!