5 Fakta Kehancuran Pangkalan Militer AS di 7 Negara Arab Akibat Serangan Iran
Senin, 27 April 2026 - 03:30 WIB
Laporan tersebut menyebutkan bahwa kerusakan dan biaya perbaikan pangkalan-pangkalan tersebut dapat memicu kembali perdebatan tentang manfaat mempertahankan pangkalan-pangkalan AS yang begitu dekat dengan musuh seperti Iran.
Otoritas AS belum secara publik merilis penilaian rinci tentang dampaknya, dan Pentagon belum mengkonfirmasi angka-angka yang dikutip dalam laporan tersebut.
Operasi True Promise 4 Iran diluncurkan pada 28 Februari 2026, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang kedua yang dipaksakan terhadap Iran di tengah negosiasi antara Teheran dan Washington. Media Iran melaporkan bahwa operasi tersebut merupakan respons yang tegas dan segera yang bertujuan untuk memulihkan pencegahan.
Target-target tersebut digambarkan sebagai "pusat agresi" yang terlibat dalam operasi melawan Iran.
Kampanye tersebut sangat presisi, dengan Teheran mengerahkan sistem rudal canggih dan drone jarak jauh. Laporan menyoroti keberhasilan serangan terhadap infrastruktur strategis dan pusat komando.
3. Biaya Perbaikan Capai Miliaran Dolar
Menurut para pejabat yang sama, biaya perbaikan diperkirakan mencapai miliaran dolar, mencerminkan skala kerusakan yang terjadi.Otoritas AS belum secara publik merilis penilaian rinci tentang dampaknya, dan Pentagon belum mengkonfirmasi angka-angka yang dikutip dalam laporan tersebut.
Operasi True Promise 4 Iran diluncurkan pada 28 Februari 2026, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang kedua yang dipaksakan terhadap Iran di tengah negosiasi antara Teheran dan Washington. Media Iran melaporkan bahwa operasi tersebut merupakan respons yang tegas dan segera yang bertujuan untuk memulihkan pencegahan.
4. Serangan Balasan Iran Sangat Presisi
Operasi tersebut berlangsung dalam gelombang serangan rudal dan drone yang terkoordinasi, menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah dengan rudal balistik dan drone, serta situs dan pangkalan Israel di dalam wilayah pendudukan. Fase awal dilaporkan dimulai beberapa jam setelah eskalasi, menandakan kesiapan operasional Teheran yang cepat.Target-target tersebut digambarkan sebagai "pusat agresi" yang terlibat dalam operasi melawan Iran.
Kampanye tersebut sangat presisi, dengan Teheran mengerahkan sistem rudal canggih dan drone jarak jauh. Laporan menyoroti keberhasilan serangan terhadap infrastruktur strategis dan pusat komando.
Lihat Juga :