Israel Langgar Gencatan Senjata, Bombardir Lebanon Tewaskan 10 Orang

Minggu, 26 April 2026 - 08:12 WIB
Penduduk terlihat meninggalkan Beirut menuju kota-kota seperti Tyre dan Nabatieh, meskipun banyak yang kembali ke daerah-daerah yang ditandai dengan kehancuran yang meluas, infrastruktur yang runtuh, dan hampir tidak adanya layanan dasar.

Seluruh lingkungan tetap dalam reruntuhan, dengan listrik, air, dan layanan publik sebagian besar tidak tersedia, yang menggarisbawahi sifat genting dari kepulangan tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, yang dikutip The New Arab, Minggu (26/4/2026), jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret telah mencapai 2.491 orang dan 7.719 orang terluka.

Sementara itu, Hizbullah terus merespons tindakan Israel, melakukan sejumlah operasi yang menargetkan posisi dan kendaraan militer Israel.

Kelompok tersebut mengatakan telah melakukan setidaknya lima operasi yang menargetkan posisi dan kendaraan militer Israel, seiring meningkatnya bentrokan di daerah-daerah seperti Bint Jbeil.

Mereka juga mengatakan telah menargetkan sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja, dua kendaraan militer, dan sekelompok tentara, serta mengeklaim telah menembak jatuh sebuah drone Hermes 450, dan menggambarkan serangan tersebut sebagai tanggapan atas pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!