Israel Langgar Gencatan Senjata, Bombardir Lebanon Tewaskan 10 Orang

Minggu, 26 April 2026 - 08:12 WIB
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan, "Serangan Israel di Lebanon selatan pada hari Jumat, 24 April, menyebabkan gugurnya enam warga dan cedera dua lainnya."

Pasukan Israel juga melakukan ledakan dahsyat di kota Khiam, sementara pasukan Zionis melepaskan tembakan senapan mesin ke arah pinggiran Marwahin saat fajar, menurut National News Agency (NNA) Lebanon.

Pada Jumat malam hingga Sabtu, militer Israel mengatakan telah melakukan serangan udara tambahan yang menargetkan apa yang mereka klaim sebagai "platform peluncur roket Hizbullah" di daerah utara dari apa yang disebut "garis kuning" yang telah mereka tetapkan sebagai jalur keamanan di Lebanon selatan.

Drone Israel yang terbang rendah juga terlihat di atas pinggiran selatan Beirut dan kota Baalbek di timur, melanjutkan pengawasan dan intimidasi di luar garis depan selatan.

Pada saat yang sama, militer Israel mengeluarkan peringatan baru kepada penduduk, menginstruksikan mereka untuk tidak bergerak ke selatan garis yang mencakup puluhan desa dan menegaskan kembali bahwa daerah-daerah di dekat Sungai Litani, Wadi al-Salouqi, dan Wadi al-Salhani tetap terlarang.

Meskipun berisiko, beberapa keluarga pengungsi telah mulai kembali ke selatan setelah perpanjangan gencatan senjata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!