Kemitraan Strategis RI–Korsel Perkuat Posisi Indonesia di Bidang Pertahanan dan Teknologi
Jum'at, 24 April 2026 - 17:01 WIB
CEO yang juga Co-Founder ISDS, Dwi Sasongko, mengungkapkan lomba menulis ini dapat dilihat sebagai diplomasi publik yang kreatif dalam ikut mendorong keberhasilan kemitraanstrategis antara RI dan Korsel melalui people to-people.
“Kerja sama Indonesia–Korsel menjadi contoh konkret bagaimana kemitraan internasional dapat mendorong penguatan industri pertahanan, pengembangan AI, keamanan siber, hinggapeningkatan kapasitas SDM. Melalui lomba menulis ini, kami ingin mendorong masyarakat memahami isu tersebut secara lebih kritis dan konstruktif,” ujar Dwi yang juga Ketua Panitia
Lomba Menulis ISDS ini.
Ia menambahkan, lomba ini juga bertujuan membangun literasi strategis nasional agar publik tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi mampu menghasilkan gagasan kebijakan danperspektif baru mengenai kepentingan nasional Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan penulis-penulis muda yang memiliki sensitivitas terhadap isu geopolitik, transformasi teknologi, serta tantangan keamanan masadepan. “Tujuan akhirnya adalah membangun kesadaran bahwa kerja sama internasional bukan sekadar diplomasi antarnegara, tetapi investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa melaluipengetahuan, inovasi, dan kolaborasi manusia,” kata Dwi.
Melalui kompetisi ini, penyelenggara berharap lahir rekomendasi pemikiran yang dapat memperkaya diskursus kebijakan nasional sekaligus memperkuat pemahaman publik mengenaiarti strategis kemitraan Indonesia–Korsel di masa depan.
Baca juga: Kapal Induk AS Ke-3 Tiba di Dekat Iran, Trump Sebut Teheran Tak Punya Banyak Waktu
“Kerja sama Indonesia–Korsel menjadi contoh konkret bagaimana kemitraan internasional dapat mendorong penguatan industri pertahanan, pengembangan AI, keamanan siber, hinggapeningkatan kapasitas SDM. Melalui lomba menulis ini, kami ingin mendorong masyarakat memahami isu tersebut secara lebih kritis dan konstruktif,” ujar Dwi yang juga Ketua Panitia
Lomba Menulis ISDS ini.
Ia menambahkan, lomba ini juga bertujuan membangun literasi strategis nasional agar publik tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi mampu menghasilkan gagasan kebijakan danperspektif baru mengenai kepentingan nasional Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan penulis-penulis muda yang memiliki sensitivitas terhadap isu geopolitik, transformasi teknologi, serta tantangan keamanan masadepan. “Tujuan akhirnya adalah membangun kesadaran bahwa kerja sama internasional bukan sekadar diplomasi antarnegara, tetapi investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa melaluipengetahuan, inovasi, dan kolaborasi manusia,” kata Dwi.
Melalui kompetisi ini, penyelenggara berharap lahir rekomendasi pemikiran yang dapat memperkaya diskursus kebijakan nasional sekaligus memperkuat pemahaman publik mengenaiarti strategis kemitraan Indonesia–Korsel di masa depan.
Baca juga: Kapal Induk AS Ke-3 Tiba di Dekat Iran, Trump Sebut Teheran Tak Punya Banyak Waktu
(sya)
Lihat Juga :