Makin Memanas, Trump Perintahkan Militer AS Tembak dan Bunuh Kapal-kapal Iran

Jum'at, 24 April 2026 - 11:20 WIB
Kepala peradilan Iran yang berpengaruh, Gholam Hossein Mohseni Ejei, mengatakan tiga "kapal pelanggar" di selat tersebut "akan dikenai tindakan penegakan hukum".

“Pameran kekuatan oleh angkatan bersenjata Iran di Selat Hormuz adalah sumber kebanggaan,” tulisnya di X, mengeklaim bahwa Amerika “kurang berani” untuk mendekati selat tersebut.

Data pelacakan kapal menunjukkan Majestic X berada di Samudra Hindia antara Sri Lanka dan Indonesia, kira-kira di lokasi yang sama dengan kapal tanker minyak Tifani, yang sebelumnya disita oleh pasukan Amerika. Kapal itu menuju Zhoushan, China.

Majestic X sebelumnya bernama Phonix dan telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada tahun 2024 karena menyelundupkan minyak mentah Iran yang melanggar sanksi AS terhadap Republik Islam.

Guyana mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Majestic X tidak terdaftar di negara Amerika Selatan tersebut.

“Meskipun nama kapal telah berubah, nomor (Organisasi Maritim Internasional) tetap tercatat dalam basis data internasional sebagai PHONIX. Tidak ada catatan kapal atau nama ini dalam registrasi Guyana. Oleh karena itu, kapal tersebut SECARA CURANG mengibarkan bendera Guyana,” kata Departemen Administrasi Maritim Guyana.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!