Makin Memanas, Trump Perintahkan Militer AS Tembak dan Bunuh Kapal-kapal Iran

Jum'at, 24 April 2026 - 11:20 WIB
loading...
Makin Memanas, Trump...
Presiden Donald Trump perintahkan militer AS tembak dan bunuh kapal-kapal Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump telah memerintahkan militer Amerika Serikat (AS) untuk "menembak dan membunuh" kapal-kapal kecil Iran yang "mencekik" Selat Hormuz dan memasang ranjau di sana. Perintah ini dikeluarkan hari Kamis, sehari setelah Iran kembali menunjukkan kemampuannya untuk menggagalkan lalu lintas melalui selat tersebut.

Trump juga mengumumkan bahwa gencatan senjata di Lebanon akan diperpanjang selama tiga minggu.

Baca Juga: Iran Tiba-tiba Aktifkan Sistem Rudal, Klaim Diserang Musuh

Perintah Trump, yang juga disampaikan di media sosial, muncul tak lama setelah militer AS menyita kapal tanker lain yang terkait dengan penyelundupan minyak Iran. Langkah Amerika ini semakin meningkatkan ketegangan dengan Teheran atas selat yang dilalui 20% dari seluruh minyak mentah dan gas alam global.

“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh kapal apa pun, meskipun kapal kecil sekalipun, yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz,” tulis Trump di Truth Social, menambahkan bahwa kapal penyapu ranjau AS sedang membersihkan Selat Hormuz saat ini.

“Dengan ini saya memerintahkan agar aktivitas tersebut dilanjutkan, tetapi dengan intensitas tiga kali lipat!” imbuh Trump, seperti dikutip dari AP, Jumat (24/4/2026).

Keputusan Trump untuk memperpanjang jeda pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hizbullah di Lebanon diambil selama pertemuan di Gedung Putih antara duta besar Israel dan Lebanon untuk Amerika Serikat.

Sementara itu, masih belum jelas kapan, atau apakah, AS dan Iran akan bertemu lagi di ibu kota Pakistan, Islamabad, di mana para mediator berusaha untuk mempertemukan kedua negara untuk mencapai kesepakatan diplomatik yang mengakhiri konflik tersebut.

Negosiasi yang awalnya direncanakan minggu ini belum terjadi. Iran bersikeras tidak akan hadir sampai AS mengakhiri blokade terhadap pelabuhan dan kapal Iran. Gedung Putih bersikeras tidak akan ikut serta sampai Teheran membuka selat tersebut untuk lalu lintas internasional.

Pada hari Kamis, Departemen Perang AS merilis rekaman video pasukan Amerika di dek kapal tanker minyak Majestic X, yang disita di Samudra Hindia. Kapal tersebut mengibarkan bendera Guyana, meskipun negara Guyana mengatakan kapal itu tidak terdaftar di sana.

Rekaman tersebut muncul sehari setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyerang tiga kapal kargo di selat tersebut, menangkap dua di antaranya, dalam serangan yang menimbulkan kekhawatiran baru tentang keselamatan pelayaran melalui jalur air tersebut.

Kepala peradilan Iran yang berpengaruh, Gholam Hossein Mohseni Ejei, mengatakan tiga "kapal pelanggar" di selat tersebut "akan dikenai tindakan penegakan hukum".

“Pameran kekuatan oleh angkatan bersenjata Iran di Selat Hormuz adalah sumber kebanggaan,” tulisnya di X, mengeklaim bahwa Amerika “kurang berani” untuk mendekati selat tersebut.

Data pelacakan kapal menunjukkan Majestic X berada di Samudra Hindia antara Sri Lanka dan Indonesia, kira-kira di lokasi yang sama dengan kapal tanker minyak Tifani, yang sebelumnya disita oleh pasukan Amerika. Kapal itu menuju Zhoushan, China.

Majestic X sebelumnya bernama Phonix dan telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada tahun 2024 karena menyelundupkan minyak mentah Iran yang melanggar sanksi AS terhadap Republik Islam.

Guyana mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Majestic X tidak terdaftar di negara Amerika Selatan tersebut.

“Meskipun nama kapal telah berubah, nomor (Organisasi Maritim Internasional) tetap tercatat dalam basis data internasional sebagai PHONIX. Tidak ada catatan kapal atau nama ini dalam registrasi Guyana. Oleh karena itu, kapal tersebut SECARA CURANG mengibarkan bendera Guyana,” kata Departemen Administrasi Maritim Guyana.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Berita Terkini
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved