Negosiator Utama Iran: Trump Berbohong 7 Kali dalam 1 Jam!
Minggu, 19 April 2026 - 06:01 WIB
Para pejabat Iran mengatakan penutupan kembali tersebut didorong oleh penolakan Washington untuk mencabut blokade atas pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz, yang diberlakukan AS pada hari Senin setelah putaran pertama perundingan di Pakistan gagal mencapai kesepakatan pada pekan lalu. Mereka menuduh AS melakukan "pembajakan dan pencurian maritim".
Pada hari Jumat, dalam serangkaian unggahan di Truth Social sebagai respons terhadap pengumuman awal Iran tentang pembukaan kembali sementara Selat Hormuz, Trump mengatakan blokade Angkatan Laut AS akan tetap berlaku sepenuhnya sampai kedua pihak mencapai kesepakatan damai.
"Iran telah setuju untuk tidak pernah menutup Selat Hormuz lagi," klaim Trump. "Pembukaan jalur air tersebut sama sekali tidak terkait dengan Lebanon," lanjut Trump, menambahkan bahwa sebagian besar poin dari perjanjian damai akhir telah dinegosiasikan antara kedua pihak.
Ghalibaf menanggapi Trump dalam sebuah unggahan di X pada Jumat sore, dengan mengatakan: "Presiden AS mengajukan tujuh klaim dalam satu jam, yang semuanya salah."
"Amerika tidak memenangkan perang dengan kebohongan ini, dan mereka tentu tidak akan mendapatkan apa pun dalam negosiasi," paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (19/4/2026).
Pada hari Jumat, dalam serangkaian unggahan di Truth Social sebagai respons terhadap pengumuman awal Iran tentang pembukaan kembali sementara Selat Hormuz, Trump mengatakan blokade Angkatan Laut AS akan tetap berlaku sepenuhnya sampai kedua pihak mencapai kesepakatan damai.
"Iran telah setuju untuk tidak pernah menutup Selat Hormuz lagi," klaim Trump. "Pembukaan jalur air tersebut sama sekali tidak terkait dengan Lebanon," lanjut Trump, menambahkan bahwa sebagian besar poin dari perjanjian damai akhir telah dinegosiasikan antara kedua pihak.
Ghalibaf menanggapi Trump dalam sebuah unggahan di X pada Jumat sore, dengan mengatakan: "Presiden AS mengajukan tujuh klaim dalam satu jam, yang semuanya salah."
"Amerika tidak memenangkan perang dengan kebohongan ini, dan mereka tentu tidak akan mendapatkan apa pun dalam negosiasi," paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (19/4/2026).
Lihat Juga :