Trump Ancam Gebuk China dengan Tarif 50% Jika Kirim Senjata ke Iran

Senin, 13 April 2026 - 12:59 WIB
"Kami pergi dari sini dengan proposal yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran terakhir dan terbaik kami. Kita akan lihat apakah Iran menerimanya," kata Vance kepada wartawan.

Trump mengatakan dia telah diberi pengarahan lengkap oleh tim negosiasi AS yang terdiri dari Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan Jared Kushner; menantu presiden.

Trump mengecam Iran karena "dengan sengaja" gagal memenuhi janji untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan menulis di Truth Social: "Seperti yang mereka janjikan, mereka sebaiknya memulai proses untuk membuka jalur air internasional ini dengan cepat!"

Iran secara efektif telah memblokir selat tersebut selama berminggu-minggu, sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye pengeboman terhadap republik Islam tersebut lebih dari enam minggu yang lalu.

Pada hari Sabtu, militer AS mengumumkan bahwa dua kapal perangnya telah melintasi selat tersebut pada awal operasi pembersihan ranjau.

Trump juga mengulangi ancaman untuk menghancurkan pembangkit listrik Iran dan infrastruktur energi sipil lainnya jika tidak tercapai kesepakatan yang langgeng, dan memperingatkan bahwa pasukan AS akan "menghabisi sisa-sisa Iran yang ada" jika perlu.

"Kami sepenuhnya 'SIAP BERSENJATA'," imbuh unggahan Trump.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!