Trump Ancam Gebuk China dengan Tarif 50% Jika Kirim Senjata ke Iran

Senin, 13 April 2026 - 12:59 WIB
Namun, dia mengatakan Teheran telah "keras kepala" dalam penolakannya untuk meninggalkan program nuklirnya, dan gagal membuka Selat Hormuz-yang dilalui seperlima minyak mentah dunia-, sebuah syarat dari gencatan senjata dua minggu yang saat ini berlaku.

"Mulai sekarang juga, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, seperti dikutip AFP, Senin (13/4/2026).

"Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!" lanjut Trump.

Trump awalnya menyarankan bahwa "negara-negara lain" untuk terlibat dalam upaya blokade, dan kemudian mengatakan kepada Fox News bahwa Inggris dan beberapa negara lain akan mengirimkan kapal penyapu ranjau.

Ancaman Tarif yang Mengejutkan



Wakil Presiden AS JD Vance meninggalkan Pakistan tanpa kesepakatan setelah perundingan akhir pekan dengan tim yang dipimpin oleh ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf—pertemuan tingkat tertinggi antara kedua pihak sejak revolusi Islam 1979.

Perundingan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat gencatan senjata dua minggu yang rapuh dengan kesepakatan akhir untuk mengakhiri konflik yang telah melanda Timur Tengah, menyebabkan ribuan orang tewas dan mengguncang pasar global. Namun, tidak ada kesimpulan yang dicapai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!