AS Klaim 2 Kapal Perangnya Lewati Selat Hormuz, tapi Disangkal Iran

Minggu, 12 April 2026 - 05:36 WIB
Dia menyebutnya sebagai "bantuan" kepada negara-negara seperti China, Jepang, dan Prancis. "Yang tidak memiliki keberanian atau kemauan untuk melakukan pekerjaan ini sendiri," tulis Trump.

Trump bersikeras bahwa Iran menderita kerugian besar dalam konflik tersebut, sambil mengakui bahwa ranjau Iran di Selat Hormuz masih menimbulkan ancaman.

"Satu-satunya hal yang mereka miliki adalah ancaman bahwa sebuah kapal mungkin menabrak salah satu ranjau laut mereka," imbuh Trump.

Jalur pelayaran utama di lepas pantai Iran praktis telah diblokir oleh Teheran sejak Amerika Serikat dan Israel mulai membombardir Iran pada 28 Februari, meskipun pembukaan kembali selat tersebut tampaknya merupakan syarat dari gencatan senjata yang rapuh yang diberlakukan awal pekan ini.

Para pejabat senior Iran dan Amerika mengadakan negosiasi tatap muka di Pakistan pada hari Sabtu dalam upaya untuk mengakhiri konflik yang telah menjerumuskan Timur Tengah ke dalam kekerasan dan mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh ekonomi dunia.

Dalam unggahan sebelumnya, Trump mengatakan bahwa kapal-kapal tanker kosong sedang menuju Amerika Serikat dari seluruh dunia untuk membeli minyak, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!