Jelang Dibom AS, Iran Minta Rakyat Jadi Perisai Rantai Manusia di Pembangkit Listrik

Selasa, 07 April 2026 - 11:27 WIB
AS telah memerintahkan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur yang penting bagi lalu lintas pelayaran minyak global, atau melihat pembangkit listrik dan jembatan dihancurkan—yang memicu peringatan tentang kemungkinan kejahatan perang.

Sekutu Amerika, Israel, juga telah menambah tekanan pada Teheran dengan menyerang pabrik petrokimia utama dan membunuh kepala intelijen Korps Garda Revolusi Islam Brigadir Jenderal Majid Khademi.

Usulan Versi Iran



Teheran, dengan penolakannya, menyampaikan rencana 10 poinnya sendiri untuk mengakhiri pertempuran melalui mediator utama Pakistan, menurut laporan IRNA.

"Kami hanya menerima pengakhiran perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi," kata Mojtaba Ferdousi Pour, kepala misi diplomatik Iran di Kairo, kepada Associated Press.

Dia mengatakan Iran tidak lagi mempercayai pemerintahan Trump setelah AS mengebom Republik Islam dua kali selama putaran pembicaraan sebelumnya.

Seorang pejabat regional yang terlibat dalam pembicaraan mengatakan upaya tersebut belum gagal. "Kami masih berbicara dengan kedua belah pihak," katanya, berbicara dengan syarat anonim untuk membahas diplomasi tertutup.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!