Jelang Dibom AS, Iran Minta Rakyat Jadi Perisai Rantai Manusia di Pembangkit Listrik
Selasa, 07 April 2026 - 11:27 WIB
Ancaman Pengeboman oleh Trump
Trump telah memperluas ancaman pengebomannya terhadap Iran hingga mencakup semua pembangkit listrik dan jembatan seiring dengan semakin dekatnya ultimatumnya untuk mencapai kesepakatan. Teheran telah menolak proposal gencatan senjata 45 hari dan mengatakan bahwa mereka menginginkan pengakhiran perang secara permanen.
"Seluruh negara dapat dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam," kata Trump dan mengisyaratkan bahwa tenggat waktunya adalah final, dengan mengatakan bahwa dia telah memberi Iran cukup perpanjangan waktu, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Pemimpin AS itu telah mengeluarkan ultimatum kepada Iran sebelumnya, dan kemudian diperpanjang. Tetapi kali ini dia lebih eksplisit tentang rencana untuk menindaklanjutinya.
"Setiap jembatan di Iran akan hancur pada pukul 24.00 malam besok," katanya. "Dan semua pembangkit listrik akan terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi."
Ditanya apakah dia khawatir tentang tuduhan kejahatan perang jika ancaman itu dijalankan, Trump menjawab, "Tidak, sama sekali tidak."
Dia berpendapat bahwa warga Iran menginginkan AS melaksanakan ancaman itu karena hal itu dapat menyebabkan berakhirnya kepemimpinan mereka saat ini.
"Warga Iran bersedia menderita demi kebebasan," katanya. Namun, belum ada tanda-tanda pemberontakan di Iran karena penduduk berlindung dari pengeboman AS dan Israel.
Lihat Juga :