Mengenal Therese Halasa, Perempuan Tangguh di Balik Peristiwa Tertembaknya Benjamin Netanyahu

Senin, 06 April 2026 - 12:34 WIB

Diplomasi dan Pengasingan

Pasca-operasi tersebut, Halasa ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara 220 tahun. Namun, sejarah berkata lain. Dia hanya menjalani hukuman selama 11 tahun sebelum akhirnya dibebaskan pada tahun 1983 melalui proses pertukaran tawanan yang melibatkan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Setelah bebas, dia diasingkan ke Yordania. Di sana, Halasa memilih jalan pengabdian sebagai perawat dan tetap vokal menyuarakan hak-hak penyandang disabilitas serta perjuangan kemerdekaan Palestina hingga akhir hayatnya.

Akhir Perjalanan Sang Pejuang

Therese Halasa mengembuskan napas terakhirnya di Amman, Yordania, pada 28 Maret 2020 akibat komplikasi kanker paru-paru. Kepergiannya ditangisi oleh ribuan warga Palestina yang menganggapnya sebagai simbol keberanian perempuan dalam melawan pendudukan Israel.

Bagi pendukungnya, dia adalah pahlawan nasional. Namun bagi pihak Zionis Israel, dia tetap dicatat sebagai sosok militan yang berbahaya. Terlepas dari kontroversi tersebut, nama Therese Halasa telah terukir dalam lembaran sejarah panjang konflik Arab-Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!