Mengenal Therese Halasa, Perempuan Tangguh di Balik Peristiwa Tertembaknya Benjamin Netanyahu

Senin, 06 April 2026 - 12:34 WIB
loading...
Mengenal Therese Halasa,...
Therese Halasa (kiri) pejuang perempuan Palestina yang pernah duel maut melawan Benjamin Netanyahu dalam peristiwa pembajakan pesawat tahun 1972. Foto/Medium/IDF
A A A
AMMAN - Nama Therese Halasa kembali menjadi perbincangan di kalangan pemerhati sejarah konflik Timur Tengah. Perempuan kelahiran Akka (Acre) ini bukan sekadar aktivis biasa; dia adalah sosok di balik salah satu aksi pembajakan pesawat paling dramatis dalam sejarah, yang mempertemukannya langsung di ujung senjata dengan tokoh-tokoh besar Israel.

Profil Therese Halasa


Dirangkum dari berbagai sumber, Senin (6/4/2026), berikut adalah profil dan rekam jejak Therese Halasa, sang srikandi perlawanan Palestina.

Baca Juga: Rudal Iran Tembus Iron Dome dan Gempur Gedung 7 Lantai Israel, 3 Orang Hilang

Lahir dari keluarga Kristen di Akka pada tahun 1954, Therese Halasa tumbuh di tengah gejolak pendudukan Israel. Di usia yang baru menginjak 18 tahun, dia memutuskan bergabung dengan organisasi Black September.

Puncak aksinya terjadi pada 8 Mei 1972. Halasa menjadi satu dari empat anggota unit komando yang membajak pesawat Sabena Penerbangan 571 rute Wina-Tel Aviv. Misi mereka jelas: menuntut pembebasan 315 tahanan Palestina yang mendekam di penjara Israel.

Duel Maut Melawan Benjamin Netanyahu

Drama pembajakan ini mencapai titik nadir saat pesawat mendarat di Bandara Lod (sekarang Bandara Ben Gurion). Militer Israel meluncurkan "Operasi Isotope" untuk membebaskan para sandera.

Unit elite Sayeret Matkal dikerahkan, dipimpin oleh Ehud Barak. Di antara para komando yang menyamar sebagai teknisi pesawat, terdapat sosok pemuda bernama Benjamin Netanyahu, yang sekarang menjadi Perdana Menteri Israel dengan masa jabatan terlama.

Dalam baku tembak yang sengit di dalam kabin pesawat, Netanyahu dilaporkan tertembak di bagian lengan. Hingga kini, perdebatan sejarah masih menyelimuti peristiwa tersebut; apakah dia tertembak oleh peluru Halasa atau jadi korban insiden "friendly fire" saat berusaha melumpuhkan sang aktivis perempuan tersebut.

Diplomasi dan Pengasingan

Pasca-operasi tersebut, Halasa ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara 220 tahun. Namun, sejarah berkata lain. Dia hanya menjalani hukuman selama 11 tahun sebelum akhirnya dibebaskan pada tahun 1983 melalui proses pertukaran tawanan yang melibatkan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Setelah bebas, dia diasingkan ke Yordania. Di sana, Halasa memilih jalan pengabdian sebagai perawat dan tetap vokal menyuarakan hak-hak penyandang disabilitas serta perjuangan kemerdekaan Palestina hingga akhir hayatnya.

Akhir Perjalanan Sang Pejuang

Therese Halasa mengembuskan napas terakhirnya di Amman, Yordania, pada 28 Maret 2020 akibat komplikasi kanker paru-paru. Kepergiannya ditangisi oleh ribuan warga Palestina yang menganggapnya sebagai simbol keberanian perempuan dalam melawan pendudukan Israel.

Bagi pendukungnya, dia adalah pahlawan nasional. Namun bagi pihak Zionis Israel, dia tetap dicatat sebagai sosok militan yang berbahaya. Terlepas dari kontroversi tersebut, nama Therese Halasa telah terukir dalam lembaran sejarah panjang konflik Arab-Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved