Koalisi Pimpinan Inggris untuk Buka Selat Hormuz Bertambah Jadi 40 Negara
Jum'at, 03 April 2026 - 14:17 WIB
Koalisi ini, sebagian, merupakan upaya untuk menunjukkan Eropa meningkatkan upaya untuk meningkatkan keamanan negaranya sendiri setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan meninggalkan NATO.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada hari Kamis bahwa tidak mungkin melancarkan operasi militer untuk memaksa pembukaan Selat Hormuz.
“Ini bukanlah pilihan yang pernah kami dukung karena tidak realistis,” katanya.
“Akan memakan waktu sangat lama,” kata Macron. Menurutnya, itu akan membuat mereka yang menyeberangi selat tersebut rentan terhadap "ancaman pesisir”, khususnya dari Korps Garda Revolusi Islam Iran, yang memiliki sumber daya yang signifikan serta rudal balistik.
Macron menyarankan cara terbaik untuk memastikan pembukaan selat tersebut adalah dengan berbicara langsung dengan Iran.
Telah terjadi 23 serangan langsung terhadap kapal komersial di Teluk sejak serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, dan 11 awak kapal telah tewas, menurut Lloyd’s List Intelligence, sebuah perusahaan data perkapalan.
Iran menyatakan bahwa kapal-kapal "non-musuh" diperbolehkan melintasi Selat Hormuz dan jalur air tersebut hanya ditutup untuk kapal-kapal negara musuh dan sekutunya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada hari Kamis bahwa tidak mungkin melancarkan operasi militer untuk memaksa pembukaan Selat Hormuz.
“Ini bukanlah pilihan yang pernah kami dukung karena tidak realistis,” katanya.
“Akan memakan waktu sangat lama,” kata Macron. Menurutnya, itu akan membuat mereka yang menyeberangi selat tersebut rentan terhadap "ancaman pesisir”, khususnya dari Korps Garda Revolusi Islam Iran, yang memiliki sumber daya yang signifikan serta rudal balistik.
Macron menyarankan cara terbaik untuk memastikan pembukaan selat tersebut adalah dengan berbicara langsung dengan Iran.
Telah terjadi 23 serangan langsung terhadap kapal komersial di Teluk sejak serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, dan 11 awak kapal telah tewas, menurut Lloyd’s List Intelligence, sebuah perusahaan data perkapalan.
Iran menyatakan bahwa kapal-kapal "non-musuh" diperbolehkan melintasi Selat Hormuz dan jalur air tersebut hanya ditutup untuk kapal-kapal negara musuh dan sekutunya.
(mas)
Lihat Juga :