AS Bombardir Isfahan Iran dengan Bom Penghancur Bunker, Picu Bola Api Menjulang ke Langit
Selasa, 31 Maret 2026 - 11:28 WIB
Laporan tersebut mengeklaim bahwa serangan ini memicu serangkaian ledakan sekunder yang dahsyat yang mengirimkan bola api dan gelombang kejut yang menjulang ke langit di seluruh area. Serangan tersebut telah meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi saat perang memasuki bulan kedua, bahkan ketika Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan Turki bertemu untuk mencari jalan keluar diplomatik.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa Iran mungkin telah memindahkan persediaan uranium yang sangat diperkaya, diperkirakan sekitar 540 kg, ke fasilitas bawah tanah di Isfahan. Kota itu juga pernah menjadi target serangan AS pada Juni tahun lalu di bawah Operasi Midnight Hammer, yang berfokus pada fasilitas nuklir Iran.
Laporan tentang serangan tersebut muncul sehari setelah Trump, pada hari Senin, mengancam akan menghancurkan sumber daya energi Iran dan infrastruktur vital lainnya secara luas, termasuk fasilitas nuklir dan instalasi pengolahan air, jika kesepakatan untuk mengakhiri perang tidak tercapai "dalam waktu singkat".
Trump mengatakan AS akan menghancurkan situs energi Iran jika diskusi dengan "rezim baru dan lebih masuk akal" tidak menghasilkan kesepakatan dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali menuduh bahwa Iran hampir membangun senjata nuklir, sebuah klaim yang tidak didukung oleh badan pengawas nuklir PBB; IAEA.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa Iran mungkin telah memindahkan persediaan uranium yang sangat diperkaya, diperkirakan sekitar 540 kg, ke fasilitas bawah tanah di Isfahan. Kota itu juga pernah menjadi target serangan AS pada Juni tahun lalu di bawah Operasi Midnight Hammer, yang berfokus pada fasilitas nuklir Iran.
Laporan tentang serangan tersebut muncul sehari setelah Trump, pada hari Senin, mengancam akan menghancurkan sumber daya energi Iran dan infrastruktur vital lainnya secara luas, termasuk fasilitas nuklir dan instalasi pengolahan air, jika kesepakatan untuk mengakhiri perang tidak tercapai "dalam waktu singkat".
Trump mengatakan AS akan menghancurkan situs energi Iran jika diskusi dengan "rezim baru dan lebih masuk akal" tidak menghasilkan kesepakatan dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali menuduh bahwa Iran hampir membangun senjata nuklir, sebuah klaim yang tidak didukung oleh badan pengawas nuklir PBB; IAEA.
(mas)
Lihat Juga :