Militer Israel Nyaris Runtuh karena Perang Multi-Front, Jenderal Tertinggi Zionis Kibarkan 10 Bendera Merah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:15 WIB
Dia menekankan bahwa pemerintah belum mengesahkan undang-undang penting yang dibutuhkan untuk meredakan krisis, sehingga memperburuk beban pasukan yang ada.

Dalam penilaian yang suram, Zamir memperingatkan bahwa tentara mungkin segera tidak dapat melaksanakan misinya bahkan dalam kondisi normal, menambahkan bahwa kelanjutan tekanan saat ini dapat menyebabkan penurunan serius dalam kesiapan militer Israel.

Houthi Gabung Perang Melawan Israel



Sementara itu, sebuah rudal diluncurkan oleh kelompok Houthi Yaman menuju wilayah Israel pada Sabtu (28/3/2026) pagi. Ini menandai bergabungnya kelompok milisi itu dalam perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS).

IDF mengatakan sistem pertahanan udara diaktifkan untuk mencegat rudal asal Yaman tersebut. Sirene meraung-meraung di seluruh Beersheba dan komunitas sekitarnya di Negev saat serangan rudal Houthi terjadi. Para warga Israel diinstruksikan untuk mengikuti pedoman Komando Pertahanan Dalam Negeri di tengah situasi yang sedang berlangsung.

Sesaat sebelum sirene berbunyi, IDF mengidentifikasi peluncuran tersebut berasal dari Yaman, dengan proyektil menuju ke Israel selatan. Sirene serangan udara kemudian dipicu di Beersheba dan daerah sekitarnya, sementara peringatan awal juga dikeluarkan mengenai kemungkinan bunyi sirene di Eilat.

Belum ada laporan langsung tentang korban jiwa dalam serangan rudal Houthi.

Kelompok Houthi, proksi yang didukung Iran yang berbasis di Yaman, sebelumnya telah mengancam akan menargetkan Israel dalam koordinasi dengan proksi Iran lainnya di wilayah tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!