Senator AS Kecam Trump karena Habiskan Rp33,9 Triliun Per Hari untuk Buka Selat Hormuz: 'Ini Gila!'

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:02 WIB
Perkembangan ini terjadi di tengah eskalasi militer yang berkelanjutan. Israel telah melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran dan memperingatkan bahwa operasinya akan semakin intensif. Pada saat yang sama, Presiden Trump telah mengindikasikan bahwa negosiasi untuk mengakhiri konflik sedang berlangsung, meskipun Iran membantah bahwa ada pembicaraan.

Trump juga telah memperpanjang tenggat waktunya sendiri bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz hingga 6 April, setelah sebelumnya memperingatkan akan melakukan serangan terhadap infrastruktur energi Iran jika akses selat itu tidak dipulihkan.

Tekanan pada Washington telah meningkat karena pasar global bereaksi terhadap gangguan pasokan minyak, dengan Selat Hormuz membawa hampir seperlima minyak dunia.

Namun, Iran tetap teguh pada pendiriannya. Mereka menolak proposal AS dan malah mengajukan serangkaian syaratnya sendiri, termasuk tuntutan ganti rugi dan pengakuan internasional soal kedaulatannya atas selat tersebut.

Seiring berlanjutnya kebuntuan, konflik ini semakin didefinisikan bukan hanya oleh aksi militer tetapi juga oleh kendali atas jalur ekonomi penting, dengan meningkatnya biaya dan dampak global yang menambah urgensi seruan untuk penyelesaian.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!