Eks Bos MI6 Inggris: Iran Lebih Tangguh dalam Perang Lawan AS-Israel daripada yang Diperkirakan

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:20 WIB
Mengutip pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang perang tersebut, Younger mengatakan bahwa Iran berada dalam perang eksistensial, sedangkan Amerika telah memulai perang pilihan.

Menyinggung serangan drone Iran, dia mengatakan ini telah menjadi “kampanye militer yang hampir sempurna” dari udara. “Anda tidak dapat mengurangi ancaman menjadi nol," ujarnya.

“Saya pikir pilihan bagi AS dan Israel cukup terbatas dan tidak bagus,” imbuh dia.

Sementara itu, laporan New York Times mengungkap bahwa pengeboman pangkalan-pangkalan AS di kawasan Timur Tengah oleh Iran sebagai balasan atas perang AS-Israel telah memaksa banyak pasukan Amerika untuk lari berpindah ke hotel dan ruang kantor di seluruh wilayah tersebut. Laporan tersebut mengutip personel militer dan pejabat Amerika.

Menurut laporan New York Times, Kamis (26/3/2026), sebagian besar pasukan militer darat berperang sambil bekerja dari jarak jauh. Pengecualiannya adalah pilot dan awak pesawat tempur yang mengoperasikan dan memelihara pesawat tempur serta melakukan serangan.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah mendesak masyarakat Timur Tengah untuk melaporkan lokasi-lokasi baru tempat pasukan AS berlindung karena mereka sedang memburu pasukan yang tersebar tersebut.

Para pejabat militer AS mengatakan bahwa ancaman IRGC itu tidak menghentikan Pentagon untuk melanjutkan perang melawan Iran, yang dimulai pada akhir Februari ketika serangan udara gabungan AS-Israel membunuh pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei.

"Semoga setiap peluru mengenai sasarannya terhadap musuh-musuh kebenaran dan bangsa kita yang agung," kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam doanya saat kebaktian Kristen pada hari Rabu. Ini merupakan kebaktian bulanan pertamanya di Pentagon sejak perang Iran dimulai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!