Iran Ungkap Daftar 6 Negara Sahabat Bebas Lewat Selat Hormuz, Indonesia Tak Disebut

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:38 WIB
Perlu dicatat, awal pekan ini, Iran menghentikan kapal kontainer tujuan Pakistan untuk menyeberangi Selat Hormuz. Kapal SELEN, yang berlayar dari pelabuhan Sharjah di Uni Emirat Arab menuju Karachi, terpaksa berbalik arah di pintu masuk jalur perairan penting tersebut karena tidak memiliki izin transit, menurut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Iran mempertahankan cengkeramannya di Selat Hormuz melalui serangan drone dan rudal terhadap kapal. Dengan jalur untuk seperlima minyak dan gas alam cair dunia yang secara efektif ditutup, kekurangan bahan bakar terjadi di seluruh dunia, dan bisnis dari maskapai penerbangan hingga supermarket dan dealer mobil bekas bergulat dengan tantangan termasuk kenaikan biaya, melemahnya permintaan, dan terganggunya rantai pasokan. Beberapa pemerintah sedang mempertimbangkan langkah-langkah dukungan yang terakhir digunakan selama pandemi Covid-19.

Konflik yang bermula dengan pengeboman udara oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah mendorong Teheran untuk membalas dengan serangan di seluruh wilayah Timur Tengah dan membatasi akses ke selat tersebut secara tajam. Hal ini menyebabkan penurunan 95 persen dalam pengiriman energi harian melalui jalur air penting tersebut.

Menurut situs intelijen industri pelayaran Lloyd's List, selat tersebut biasanya dilalui sekitar 120 kapal setiap hari. Namun, dari tanggal 1 hingga 25 Maret, kapal pengangkut komoditas hanya melakukan 155 penyeberangan, menurut perusahaan analitik Kpler—penurunan sebesar 95 persen.

Dari jumlah tersebut, 99 di antaranya adalah kapal tanker minyak dan gas, dan sebagian besar berlayar ke arah timur keluar dari selat. Hanya dua kapal yang terdeteksi melintasi selat pada hari Rabu, keduanya menuju ke barat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!