'Jika Iran Mengebom Washington dan Bunuh Presiden AS Akan Disebut Teroris...'

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:55 WIB
Dalam unggahan sebelumnya, Safa mengecam tindakan AS yang mengebom pembangkit listrik Iran. "Amerika Serikat baru saja mengebom pembangkit listrik Iran, menyebabkan rumah sakit dan rumah tangga tanpa listrik bagi jutaan orang. Bayangkan pasien dialisis, bayi di NICU, dan lainnya. Orang-orang akan mati. Anak-anak yang tidak bersalah akan mati. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," paparnya.

Sementara itu, media Iran; Fars News Agency, melaporkan pada hari Selasa (24/3/2026), bahwa Israel dan AS kembali melakukan serangan yang menargetkan dua fasilitas gas Iran. Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menarik kembali ancamannya untuk menyerang infrastruktur energi negara Islam tersebut.

“Sebagai bagian dari serangan berkelanjutan yang dilakukan oleh musuh; Zionis dan Amerika, gedung administrasi gas dan stasiun pengaturan tekanan gas di Jalan Kaveh di Isfahan menjadi sasaran,” tulis Fars News Agency.

Menurut laporan tersebut, fasilitas-fasilitas di Iran tengah tersebut mengalami kerusakan sebagian.

Selain itu, serangan AS dan Israel juga dilaporkan menargetkan pipa gas pembangkit listrik Khorramshahr, di barat daya Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!