'Jika Iran Mengebom Washington dan Bunuh Presiden AS Akan Disebut Teroris...'

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:55 WIB
"Sebuah proyektil menghantam area di luar stasiun pengolahan pipa gas Khorramshahr,” imbuh laporan Fars News Agency, mengutip gubernur wilayah setempat yang berbatasan dengan Irak.

Tidak disebutkan secara spesifik seberapa besar kerusakannya.

Trump sebelumnya mengatakan kepada AFP pada hari Senin bahwa “semuanya berjalan sangat baik” dengan Iran, tak lama setelah mengumumkan pembicaraan dengan Teheran dan jeda lima hari dalam penargetan pembangkit listrik Republik Islam tersebut.

Perubahan sikap Trump yang tiba-tiba terhadap Iran terjadi beberapa jam sebelum berakhirnya ultimatum dua hari di mana dia mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz yang strategis.

Namun, media Iran pada hari Senin mengatakan bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!