Sedang Perang, Tapi Trump Klaim AS Akan Kendalikan Selat Hormuz Bersama Iran
Selasa, 24 Maret 2026 - 05:14 WIB
Lebih lanjut, Trump kembali menyinggung perihal pergantian rezim di Iran. “Dan akan ada juga perubahan rezim yang sangat serius,” katanya, merujuk pada serangan di awal konflik yang menewaskan sebagian besar pemimpin senior Iran.
“Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim,” katanya lagi, sebelum menyatakan bahwa pembicaraan selama akhir pekan menunjukkan harapan untuk mengakhiri konflik.
“Tetapi kita berurusan dengan beberapa orang yang menurut saya sangat masuk akal, sangat solid,” kata Trump kepada Collins. “Orang-orang di dalam tahu siapa mereka, mereka sangat dihormati, dan mungkin salah satu dari mereka akan persis seperti yang kita cari.”
Trump sebelumnya telah mengumumkan bahwa dia membatalkan serangan yang menargetkan fasilitas energi Iran, setelah diduga terjadi "percakapan produktif" dengan Teheran.
Namun, Teheran membantah bahwa ada percakapan yang terjadi dengan Washington. "Trump seharusnya sedikit mengangkat kepalanya dari telepon dan jejaring sosialnya dan mulai sekarang hanya memperhatikan langit, bursa saham, dan harga minyak," kata seorang sumber militer kepada Tasnim News Agency, Selasa (24/3/2026).
“Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim,” katanya lagi, sebelum menyatakan bahwa pembicaraan selama akhir pekan menunjukkan harapan untuk mengakhiri konflik.
“Tetapi kita berurusan dengan beberapa orang yang menurut saya sangat masuk akal, sangat solid,” kata Trump kepada Collins. “Orang-orang di dalam tahu siapa mereka, mereka sangat dihormati, dan mungkin salah satu dari mereka akan persis seperti yang kita cari.”
Trump sebelumnya telah mengumumkan bahwa dia membatalkan serangan yang menargetkan fasilitas energi Iran, setelah diduga terjadi "percakapan produktif" dengan Teheran.
Namun, Teheran membantah bahwa ada percakapan yang terjadi dengan Washington. "Trump seharusnya sedikit mengangkat kepalanya dari telepon dan jejaring sosialnya dan mulai sekarang hanya memperhatikan langit, bursa saham, dan harga minyak," kata seorang sumber militer kepada Tasnim News Agency, Selasa (24/3/2026).
(mas)
Lihat Juga :